Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

From Me to You

… F. 012016 Mengenalmu adalah suatu ketidaksengajaan. Terlibat dalam pekerjaan yang mengaharuskan kita berjumpa dan berbincang adalah sesuatu yang tak pernah kita rencanakan. Bagiku kau seperti cerminan masa lalu diriku yang kutemukan kembali. Tapi ah, sudahlah… Kita bekerja bukan? Dan karena itu kita bersama ada disini. ------ F. 032016 Mendengarmu berkisah, rasanya aku seperti bicara pada bayangan yang memantul dari sebuah cermin lama yang beranjak usang.  Dimana aku dapat melihat separuh diriku ada padamu Berusaha memahami pikiranmu, serasa memasuki jalan aksara yang siap berlompatan dari benakku. Banyak sudut pandang yang sama saat menilai sesuatu. Menerka hatimu seperti memahami rasaku.  Menilaimu sama seperti menyelam jauh kedalam hatiku sendiri. Membaca gerak laku mu pun harus ku padankan dengan apa yang ingin aku lakukan.  Karena setiap aku ingin sesuatu, tak lama kau melakukan itu... Menantimu bertindak, sama seperti membuka kosa kata dalam pemikir...

Senyap Layaknya Malam

Ternyata..  Dua tahun itu bukan waktu singkat untuk saya belajar banyak tentang hal baru bersama kamu. Tahun pertama kita belajar menyesuaikan diri satu sama lain dengan pekerjaan baru. Tahun kedua saya benar2 belajar mulai project itu dari awal. Kamu tahu? Saya belajar semua dari kamu. Sedikit demi sedikit, tahap demi tahap. Masalah demi masalah yang datang membuat saya belajar lebih banyak. Tak hanya secara profesional saya belajar banyak. Tetapi secara pribadi saya banyak belajar. Cara kamu menghadapi masalah, cara kamu menghadapi orang lain, cara kamu menyelesaikan masalah, semua... Tahun ini saya harus belajar sendiri. Saya kehilangan. Sangat kehilangan. Saya sempat berpikir bahwa saya salah terka perasaan. Sampai bu Novi menceritakan semuanya. Perlu kamu tahu, saya bingung harus jawab apa hari itu.. Kamu sudah ngga ada... Mungkin kalo kamu ada, saya langsung lari dan peluk kamu. Saya mau bilang.. Apa susahnya ngomong sama saya... We used to talk bout anything... Setah...

Keping-Keping Rasa

Saya pinjam nama kamu ya, untuk saya bicarakan dalam setiap sujud panjang saya dengan Yang Maha Kuasa. Saya tanyakan berkali-kali pada pemilik alam semesta ini tentang bagaimana seharusnya saya mengambil sikap. Kesibukan saya belakangan ini menyita perhatian dan waktu saya dari kamu, namun, saat saya sendiri. Kamu tetap menjadi pengisi utama dalam ruang ingatan saya. Kamu tak pernah ada dalam ruang kenangan, karena kamu selalu abadi dalam kotak ingatan saya. Kamu selalu menjadi alasan saya menangis dalam setiap sujud panjang didini hari saya. Kamu masih selalu menjadi pertanyaan yang saya ajukan kepada Sang Maha Penyayang. Saya masih juga tak menemukan jawaban harus seperti apa... Saya selalu bersiap kehilangan, Teman-teman kamu bilang, kamu pasti berubah, saya tahu itu.. Mereka bilang, kamu orang yang tak dapat dipercaya.. Apa saya percaya? Saya selalu bertanya pada hati, Jika memang saya tak dapat memberikan kepercayaan kepadamu, lalu mengapa setiap saya berdoa sela...

Ruang Kebingungan

Sejak obrolan dalam Whatsapp chat yang membuat saya merasa bahwa sepertinya saya lebih baik mundur saja dari hidup kamu. Saya merasa bimbang. Saya seperti ditarik-ulur.  Sejak awal saja saya kebingungan harus seperti apa. Ditambah kamu yang tidak pernah mengatakan ingin seperti apa. Beberapa orang terdekat saya mengatakan bahwa saya dimanfaatkan. Ya, begitu penilaian orang lain akan keadaan sekarang ini. Kedekatan kita, perasaan kamu, keberadaan saya, dimanfaatkan untuk urusan yang tidak menyangkut rasa. Saya berusaha mengabaikan hal itu, saya berusaha tidak menghiraukan pendapat itu. Tapi seperti yang mereka prediksi-- obrolan-obrolan berikutnya, murni semua mengenai pekerjaan dan bisnis... Saya ingat kalimat kamu dulu, April tahun ini, enam bulan yang lalu. Saya masih mengingat dengan jelas kamu mengatakan bahwa banyak yang harus kamu jaga perasaannya, keluargamu, pasanganmu (yang belakangan saya tahu, kamu bohong soal itu). Kamu seperti tidak ingin saya terlibat ja...

Menjadi Kontributor Bernas

Menulis adalah berlatih. Selama sebulan lebih sepuluh hari, tepatnya sejak 18 Oktober hingga 28 November 2017 ini, saya  menulis untuk Bernas.id. Yes, bernas, sebuah Koran yang berusia lebih dari usia saya sendiri. Koran bernas, adalah media yang tumbuh dan berkembang di Yogyakarta. Sampai dengan hari ini, tulisan saya yang tyang dimedia online bernas sebanyak 99 artikel. Biasanya saya menulis dengan tema lifestyle, pendidikan, sudut pandang dan mutiara iman. Mengapa akhirnya saya menulis artikel? Jawabannya simple, ada kesempatan yang datang, so, saya pikir why not? tidak ada salahnya mencoba bukan? Kesibukan saya bertambah, dari mengajar, memyiapkan materi hingga membuat artikel harian. Setiap hari, saya memilih menghabiskan waktu untuk membaca dan menulis artikel disela-sela jam mengajar dan menangani permasalahan siswa di sekolah. Bagi saya, latihan menulis artikel di bernas akan menjadi modal saya mengembangkan kemampuan saya dalam dunia kepenulisan.

Labirin Hati

Minggu, 5 November 2017, Malam ini, saya menjawab pertanyaan yang belakangan ini berulang kali ditanyakan oleh keluarga kamu, “emang sekarang lagi deket sama siapa?” Yap, pertanyaan itu berulang kali ditanyakan kepada saya dalam waktu hamper sebulan kemarin… Kamu tahu? Ini jawaban saya, selengkapnya Wokeh...  Sekarang aku mau cerita.. Drmn yak mulainya.. Kalo ditanya lg dkt sama siapa. Aku bingung jawabnya. Aku temenan sama org, emang cuma temenan.  Dkt apa ngga..  Aku dan org2 disekitarku pasti jawabnya "iya, sempet deket"  Dia melibatkan aku dlm hidupnya sedikit demi sedikit.  Mulai dr menceritakan sedikiiit soal pekerjaan, keluarga, cita2, harapan dan mimpinya.  Dia juga melibatkan aku sama keluarganya sedikiiit demi sedikiiit (itu yang aku rasa dan org2 sekitarku liat) tp balik lg,  dia ngga pernah bilang reason-nya knp dia melakukan semua itu, jd aku cuma mikir "mungkin krn kita temenan". Apalagi waktu temen2nya bilang, dia hobi curhat ...

YANG TAK KAU TAHU

“Emang kamu lagi deket sama siapa sekarang?” Dinda membaca berulang kali pesan teks yang masuk lewat Whatsapp Messenger ponselnya. Menjawab pertanyaan tersebut sangat mudah, namun siapa yang mengajukan pertanyaan itulah yang membuatnya terus berpikir bagaimana cara menjawab kalimat yang tersebut dengan tepat. Bagi Dinda, pertanyaan dari Tiwi yang barusan masuk lumayan sensitif. Bagaimana tidak, Tiwi adalah sepupu terdekat Tofa, lelaki yang beberapa bukan kemarin sempat dekat dengannya walaupun tanpa status yang jelas. Dinda terus termangu, ingatan kejadian hampir setahun lalu berkelebat dalam benaknya. “Hhfftt....Tofa” gumamnya. Siapa pun yang melihat Dinda dan Tofa akan dapat melihat pancaran rasa sayang yang besar diantara keduanya. Dinda dan Tofa bekerja di tempat dan bidang yang sangat berbeda, Tofa adalah seniman sedangkan Dinda adalah seorang guru private di salah satu lembaga Bimbingan belajar ternama di kota kecil tempat tinggalnya. Keduanya bertemu d...

With Love

... F. 032016 Mendengarmu berkisah,  rasanya aku seperti bicara pada bayangan yang memantul dari sebuah cermin lama yang beranjak usang.  Dimana aku dapat melihat separuh diriku ada padamu Berusaha memahami pikiranmu, serasa memasuki jalan aksara yang siap berlompatan dari benakku. Banyak sudut pandang yang sama saat menilai sesuatu. Menerka hatimu seperti memahami rasaku.  Menilaimu sama seperti menyelam jauh kedalam hatiku sendiri. Membaca gerak laku mu pun harus ku padankan dengan apa yang ingin aku lakukan.  Karena setiap aku ingin sesuatu, tak lama kau melakukan itu... Menantimu bertindak, sama seperti membuka kosa kata dalam pemikiranku. Bagaimana tidak, setiap aku ingin menanyakan sesuatu,  tetiba kau hadir menjelaskannya tanpa kuucapkan tanya itu. -------- F. 082016 Tanpa kita sadari semua teramati. Sering kita tertawa dan hanya kita yang mengerti mengapa. Sering kita berbisik dan hanya kita yang mengerti... "chemistry" Enta...

Satu Doa Terlepas Lagi

Saya selalu percaya bahwa setiap doa pasti Allah kabulkan atau diganti dengan yang lebih baik. Bahkan setiap doa yang tidak sempat terucap dan hanya terlintas didalam hati. Hari ini misalnya.. Menyelesaikan satu artikel pendek untuk bernas.id membuat saya merasa bahwa ada satu lagi doa saya yang terkabul.  Walaupun saya belum tahu,  tulisan tersebut layak posting atau tidak. Tetapi bagi saya pribadi,  hal itu adalah capaian setelah banyak waktu saya berusaha mengalahkan rasa tidak percaya diri pada hasil tulisan saya sendiri. Akhir pekan lalu contoh lain, Ketika diumumkan tulisan saya termasuk tiga tulisan terbaik dalam pelatihan menulis online. Dulu sekali,  membaca adalah kebiasaan yang dibentuk oleh ibu terhadap saya.  Sejak kecil saya selalu dibawakan banyak sekali buku perpustakaan.  Menulis pun menjadi hal yang biasa saya lakukan, seperti yang sudah pernah saya tuliskan sebelumnya. Tetapi selama ini saya merasa tulisan saya tidak layak dibaca ora...

MENULIS UNTUK KATARSIS

Bagi saya menulis bukan sekedar hobi atau kebiasaan yang sudah saya lakukan sejak masih usia belasan. Bukan pula sebagai cara saya untuk mencurahkan isi hati berupa curhatan galau (karena udah bukan masanya juga). Menulis juga bukan hanya menjadi bagian dari kewajiban dalam pekerjaan, dengan menulis laporan kasus. Bukan pula hanya cerita. Menulis bagi saya adalah juga sebagai katarsis.   Apa itu katarsis?  Dalam metode psikologi (psikoterapi) katarsis adalah upaya menghilangkan beban mental seseorang dengan menghilangkan ingatan traumatisnya dengan membiarkannya menceritakan semuanya. Yesss.. For me writing also the way to release pain and solve the problem. Semakin matang usia pastinya semakin banyak yang saya pelajari dari kehidupan saya dan orang-orang disekitar saya. Semakin lama Allah memberikan kesempatan saya hidup,  semakin banyak masalah yang saya temui.  Entah dalam komunikasi dengan orang lain,  atau masalah...

Wangi Kamu

Hari ini sejak pagi semua sudut dipenuhi wangi khas tubuhnya.  Wangi yaang selama ini ku kenali dengan sangat baik namun sudah tidak lagi ada disekitarku sejak dia memutuskan pergi. Entah mengapa pagi ini tiba-tiba aku seperti terseret masuk kedalam pusaran lorong waktu dan jatuh tepat dimasa itu.  Masa dimana dia selalu ada disini,  dihadapanku. Bagaimana caraku kembali pada masa ini.  Masa dimana aku harus menghadapi hari dengan segudang kesibukan yang berputar cepat laksana roda kereta yang berjalan pada relnya. Berusaha menghentikan semua ingatan yang berebut keluar dari kotak kenangan yang dengan keterpakasaan kusimpan rapi dengan gudang hati.  Tuhan pasti punya rencana bukan?  Hingga DIA mengembalikan semua ingatan itu tepat setelah aku berdoa agar dia selalu dalam penjagaan-Nya.

April 2017

“ Betul, aku memang jaga jarak sama ibu. Buat saya, yang ibu lakukan sebagai klien tuh nggak wajar. Ibu kirimin saya makan siang, kenapa cuma saya? kan ada tim saya juga. Ibu bisa tanya alamat mereka. ibu juga kirimin kakak saya makanan, Aku sengaja pasang boundary sama ibu. Banyak yang harus aku jaga perasaannya, keluargaku, pasangaku, timku..” jawab  Dewa saat aku tanya mengapa kinerjanya pada project ke kali ini tidak sebaik project yang lain. Aku terhenyak mendengarnya mengatakan hal tersebut. Diam. Aku hanya mendengarkan sambil mengingat apa saja yang sudah aku lakukan hingga membuatnya berkata demikian. Aku terkejut karena tiba-tiba aku mengetahui ia sengaja menjaga jarak denganku. Bukankah belakangan ini kami semakin dekat? Bukankah ia sendiri yang mulai melibatkanku dalam urusan pribadinya, dan ia juga yang melibatkanku semakin jauh dalam kehidupannya? Bukankah selama ini tidak pernah perilaku yang menunjukkan bahwa ia tidak menerima semua bantuan ku? Aku beru...

Tak Bisa (Lagi) Berpura-Pura

"...Memangnya Dewa cerita apa soal aku, bun?” Sambil terus berpikir kira-kira apa yang Dewa bicarakan dengan Vita. Hal sepenting apa yang Dewa ceritakan hingga Vita memutuskan untuk menceritakannya kepada aku, yang menjadi objek cerita Dewa. ----  “Dewa bilang dia akan coba pergi. Dia berharap ketika dia pergi kamu akan mengakui perasaanmu terhadapnya. Mendengar kalimatnya itu, aku bilang pada Dewa  kenapa nggak dia aja yang mengakui perasaannya kepada kamu. Dia menyiksa dirinya dengan cara pergi jauh dengan alasan touring. Aku lihat akhirnya semua yang dia lakukan nggak ada yang terselesaikan, kuliahnya nggak beres, dia juga pergi touring nggak punya tujuan yang pasti mau kemana aja dan seperti apa. Kenapa dia nggak menyelesaikan urusan-urusannya di sini saja dulu. Tapi dia memang butuh jawaban dan mencarinya dengan cara pergi jauh. Jadi ya sudah, aku pikir mungkin itu yang terbaik bagi dia. Aku bilang ke Dewa, keputusan itu ada di tangannya. Tapi dia harus tahu bahwa hati ...

Buat Kamu!

Akhirnya tulisan itu diberi judul "Buat Kamu" Semua yang saya tulis tentang kamu dan buat kamu.  Tentang seseorang yang lumayan membingungkan😉. Tulisan yang beranjak menjadi 75 persen.  Tulisan yang m asih dalam tahap penyelesaian. Tinggal edit dan merapikan kesalahan-kesalahan ketik.  Tulisan ini,  Menggali lagi banyak cerita yang terlewat.  Mengingat lagi banyak kisah.  Memanggil lagi setiap kenangan yang pernah terjadi. Seperti yang pernah saya tuliskan, Saya tidak dapat menilai kamu dari sudut pandang orang lain.  Saya hanya dapat menilai kamu dari sudut pandangmu dan sudut pandang saya sendiri. Layaknya sedang bercermin, kesamaan pola pikir dan banyak sudut pandang....

Lihat Segalanya Lebih Dekat

Kadang, orang yang terlihat tegar sebenarnya menyimpan luka yang sangat dalam. Kadang orang yang terlihat tidak peduli sebenarnya sangat perhatian dengan caranya. Kadang orang yang terlihat berantakan sebenarnya paling rapi menyimpan sesuatu dalam hatinya. Kadang orang yang paling sering tertawa justru menyimpan kesedihan yang membuat dadanya sesak. Kadang orang yang bilang "Aku ngga suka diperhatiin kaya gitu" sebenarnya justru menunggu perhatian yang lebih besar lagi. Kadang orang yang bilang "Aku ngga suka sama perlakuan kamu" sebenarnya menanti diperlakukan lebih baik lagi. Kadang orang yang bilang "Aku emang sengaja jaga jarak" sebenarnya ia ingin lebih didekati. Kadang orang yang bilang "Perlakuan kamu aneh" sebenarnya karena ia tidak pernah diperlakukan seperti itu. Kadang seseorang pergi jauh untuk mendamaikan hatinya,  memahami dirinya,  menyembuhkan lukanya,  menuntaskan traumanya,  dan menyelesaikan dendamnya. Jangan hanya men...

His mates

"Kalo aku liat dari komen-komennya Radit di facebooknya Dewa,  keliatan banget kalo Radit itu sayang sama Dewa seperti ke adiknya.  Tapi Dewanya sering salah paham. " Kalimat itu akhirnya terucap dari bu Cahya mengomentari hubungan pertemanan antara dua orang yang sama-sama ia kenal dengan baik. Sambil sesekali meneguk teh hijau dihadapanku aku mulai mengomentari kalimat bu Cahya "Aku tahu, bu. Waktu wisuda juga aku kan ngobrol sama Radit.  Dari semua obrolan kami, aku bisa lihat kalo Radit itu memperlakukan Dewa kayak adiknya. Cuma memang gaya komunikasi mereka beda. Kalo Radit tuh ngapa-ngapain cepat,  sedangkan Dewa kan orangnya harus runut dan pelan-pelan.  Radit bilang kok ke aku,  bagaimana dia mengajarkan Dewa banyak hal. Dan aku yakin,  sekarang saat Dewa jauh dari kita semua, dia akan bisa menilai lebih jernih segala hal yang sudah dia lewati. Dewa juga pasti bisa melihat dengan lebih baik bagaimana semua orang disekelilingnya terutama Radit ...

For Ya!

Terus terngiang dalam benakku kalimat Vita bahwa Dewa memutuskan pergi dan ia ingin aku mencarinya.  Aku pernah berusaha menghubunginya namun rasanya percuma.  Aku juga tak pernah lupa bagaimana Dewa mengatakan padaku bahwa ia memang sengaja menjaga jarak karena banyak yang harus ia jaga perasaannya.  Berkali Vita mengatakan padaku bahwa Dewa sengaja melakukan itu agar aku cemburu dan merajuk padanya dan semua yang Dewa lakukan memang sudah ia rencanakan.  Berkali juga aku katakan pada Vita, bahwa saat ini Dewa tidak berusaha menunjukkan bagaimana perasaannya sebenarnya. --- Satu hal yang terkadang aku lupa,  aku tak dapat menilainya menggunakan kacamata orang lain.  Aku juga tak bisa menggunakan sepatu orang lain untuk memahami langkah yang ia ambil.  Aku juga tak dapat memahaminya dengan sudut pandang orang lain.  Aku hanya dapat menilainya dengan kacamataku,  memahami pemikirannya dengan caraku melihat hidup dan harapanku. Aku dapat mema...

Kamu di hatinya

"Gue tuh tahu Dewa dari masih bangor. Memang lu enggak nasehatin dia?  Ngapain coba dia touring-touring gitu.  Kerja cape-cape, uang tuh disimpen.  Ini malah buat kaya gituan.  Enggak ada gunanya. Gue tahu deh fisiknya dia.  Enggak akan kuat dia mah touring sampai enam bulan atau setahun.” Ucap Radit sambil memerhatikan keramaian wisudawan yang sedang melakukan sesi pemotretan di area photo booth. Sambil menemaninya mengatur antrean foto aku berusaha mendengarkan dengan seksama cerita yang Ia ungkapkan dan menjawab hati-hati pertanyaannya yang membuatku sedikit terkejut itu.  "Udah gue nasehatin kok tapi kan touring itu memang mimpinya Dewa.  Jadi kalo menurut gue, biar aja.  Nanti dalam perjalanan dia pasti belajar banyak.  Gue yakin dia bisa, gue yakin dia mampu. Dewa itu orangnya kan gigih, mas.  Mungkin touring nanti pada kenyataannya enggak selama yang dia targetkan, tapi biar aja dulu.  Dia cuma pengen membuktikan bahw...

Terlambat Mengetahui

Sambil menatapku lekat Vita berusaha menjelaskan secara singkat bagaimana perasaan Dewa melewati masalah antara aku dan dirinya dalam menyelesaikan project Buku Tahunan Sekolah pada tahun ini. “Perasaan dia dalem banget sama kamu tuh, nanti aku ceritakan semuanya ya. Menurutku dia begitu karena dia tidak pernah menerima perlakuan seperti yang kamu lakukan untuk dia, jadi dia kaget. Traumanya besar sekali. Tapi aku lihat dia memang ada rasa sama kamu tapi dia enggak berani ngakuin itu.  Dia enggak berani maju.  Dia berusaha nolak perasaannya.” Ujar Vita kepada aku sambil tersenyum penuh arti. Aku mendengarkan cerita yang hanya sekelumit dari Vita sambil menerka apa yang Dewa ceritakan kepada Vita tentangku. Kali ini aku mencoba untuk mengingat kembali konflik antara aku dan Dewa diakhir pekerjaan kami beberapa pekan sebelum akhirnya Buku Tahunan itu diantar ke sekolah. “Dan dia enggak tahu juga kan kalo aku setengah mati bingung dia kenapa, dan dia enggak tah...

SISI LAIN PLPG TAHAP I RAYON UHAMKA

Sepuluh hari bersama dengan 17 guru-guru BK yang hebat dalam PLPG Tahap 1 Rayon Uhamka adalah hari-hari dengan pengalaman yang menyenangkan. Berangkat bersama ibu Ratna Desniningsih dari SMA KOSGORO yang jadi teman pertama saya dalam PLPG ini. Cerita mengenai PLPG yang aku dengar dari teman-teman yang sudah melaksanakan sebelum tahap ini sempat membuatku bingung dan agak ciut. Belajar di kelas selama sejak pagi hingga petang, dan mengerjakan tugas pada malam harinya, akan dilakukan selama sepuluh hari masa PLPG. Belum lagi pretest dan postest yang akan dijalani sebelum dan sesudah PLPG. Ditambah lagi dengan banyaknya perangkat yang disarankan untuk dibawa, lengkap dengan media pembelajaran dan semua persiapannya termasuk membawa buku referensi,  printer dan ATK lengkap. Diakhiri dilanjutkan dengan Ujian Nasional yang menjadi tahap akhir ujian PLPG dan menentukan berhak tidaknya kami mendapatkan sertifikat sebagai guru yang profesional. Aku berpikir sebanyak apa pekerjaan yang har...

PENDIDIKAN dan LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) 2017

Program Latihan dan Pendidikan Guru (PLPG) adalah program pendidikan yang diadakan oleh pemerintah dan bertujuan untuk menyamakan kredibilitas guru di Indonesia dari sisi keilmuan dan pendapatan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mensejajarkan kualitas pendidikan Indonesia dengan negara-negara yang maju dalam bidang pendidikan. Program PLPG yang saya ikuti ini adalah PLPG Tahap I Rayon UHAMKA yang diadakan di Graha Insan Cita,  Depok,  Jawa Barat. PLPG ini dilaksanakan selama sepuluh hari terhitung sejak Rabu, 13 s.d. 23 September 2017. Sesi pembelajaran pada hari kedua dilaksanakan pada pukul 07.30 s.d. 14.30wib. Peserta yang mengikuti PLPG Tahap I ini adalah para guru Sekolah Dasar (SD) sebanya 120 orang,  guru Taman Kanak-Kanak sebanyak 19 orang, guru Matematika sebanyak 25 orang,  guru Bimbingan Konseling sebanyak 19 orang, dan guru Bahasa Inggris 25 orang. Kegiatan pertama dari rangkaian kegiatan PLPG Tahap I ini adalah kuliah umum mengenai " Tantangan Mew...

“MENGAPA SAYA HARUS MENULIS”

Menulis adalah kegiatan yang selalu saya lakukan setiap hari.  Untuk apa?  Awalnya hanya untuk mengisi buku harian. Buku harian pertama saya, bukan buku yang saya beli dalam kondisi kosong lalu saya isi dengan curhatan cinta monyet.  Melainkan buku yang ditulis dengan penuh cinta oleh kedua orang tua saya, tentang perkembangan saya sejak lahir sampai buku itu jadi kado ulang tahun ketiga belas bagi saya.    Bulan demi bulan dan tahun demi tahun saya jadi terbiasa menulis.  Yang awalnya hanya sekadar cerita keseharian saya sendiri kemudian berkembang menjadi kisah tentang beberapa orang yang berarti dalam hidup saya.    Tahun 2005, buku harian mulai saya tinggalkan karena saya lebih sering menulis dalam blog. Pada saat itu sekadar menceritakan bagaimana pekerjaan saya sebagai staf humas di salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat. Sayangnya beberapa kali dalam rentangan waktu yang panjang saya vakum dari menulis hingga pada tahun 2011 saya mulai m...

Kacang lupa kulitnya

Saat berada dalam kondisi terpuruk, Semisal saat kita baru saja kehilangan pekerjaan entah dengan cara mengundurkan diri atau diberhentikan dari pekerjaan, kita berharap ada orang lain yang bersedia membantu kita untuk keluar dari kondisi itu.  Jika beruntung maka kita akan dipertemukan oleh Allah dengan orang yang dengan tulus membantu kita hingga sedikit demi sedikit kita dapat keluar dari kondisi yang tidak menyenangkan kearah yang lebih baik. Dalam kondisi tidak stabil secara ekonomi,  yang biasanya terpikir oleh kita adalah melamar pekerjaan ditempat baru atau memulai usaha sendiri. Saat kita memutuskan untuk memulai usaha tentunya kita memerlukan bantuan dari orang lain berupa pesanan yang banyak atau jejaring yang besar. Apa yang dilakukan pihak yang menolong kita tersebut mungkin bukan hal yang besar menurut kita.  Namun,  besar kecilnya bantuan perlu diberi penghargaan dalam bentuk sesederhana apa pun. Anggap saja walaupun sekadar ucapan terima kasih dan ti...

Doakan (yang) Terbaik

Rasa bukan hanya tentang suka Karena bahagia bukan hanya karena berdua Tapi rasa adalah sesuatu yang dalam mengisi relung jiwa Tentang siapa yang ada di palung hati terdalam... Memang bukan perkara mudah kalo kita bicara soal hati dan perasaan. Saya dapat memahami apa yang dirasakan, yang dilewati dan yang ada dalam hati mereka masing-masing. Cerita ini adalah tentang dua orang yang pernah memiliki hubungan sangat dekat,  lalu saling berjauhan dan tetap saling menyimpan rasa suka dalam dirinya. Empat tahun terlewat,  keduanya tetap menyimpan rasa yang sama namun karena kesalahpahaman dan rasa malu mengakui perasaan keduanya menyimpan perasaan tersebut sambil terus berusaha mencari tahu bagaimana perasaan uang lain. Walopun salah satu berusaha ngelak dan bohong tentang perasaannya.  Dan satu pihak terus berusaha mencari orang yang lebih baik.  Namin keduanya tidak pernah menemukan orang yang benar-benar tepat dan berkenan dihati. Dan satu hal yang saya amati,...

LDR

Menghabiskan malam minggu dengan gadis cantik yang satu ini membuatku berpikir lagi dan lagi tentang kepercayaan,  komitmen dan keyakinan.  Vida-- biasanya kami memanggilnya begitu. Kalimat yang paling sering Ia katakan padaku adalah "Bu, dia tuh keliatan banget tau sikapnya. Caranya ngeliat ibu tuh yaaammmpuuuunnn" atau "ibu tuh selalu mikirin perasaan orang,  tapi ngga mikirin perasaan sendiri" atau "Kalo dia nanya ibu akan jawab apa? " dan kalimat terakhir Ia katakan dari setiap obrolan kami adalah "ibu mau kan nunggu? Aku aja nunggu selama 4 tahun ngga papa" Alfianto--baik,  ganteng,  sholih. A-good looking young man yang sudah memikat hatinya dan sempat menjadi pacarnya kuliah jauh di London.  Tidak berselang lama setelah Alfian kuliah di London hubungan Vida dan alfianto berakhir. Tak lama setelah hubungan mereka berakhir,  Alfian berpacaran dengan Carol.  Dan Vida berpacaran dengan Morello. Namun hubungan yang baru ini pun tidak bertahan...

Ragu? Istikhoroh Dong

Buku yang terakhir saya baca sampai tuntas berjudul "Ragu, Istikharah Dong" Seringkali kita tidak melibatkan Allah SWT dalam keputusan-keputusan yang kita ambil dalam hidup.  Padahal dalam hadits yg shohih dikatakan bahwa istikharahlah walaupun hanya mencari sandal yg hilang. Saya merasa bahwa setiap doa saya selalu Allah kabulkan disaat yang tepat. Bahkan keinginan yang sesekali terlintas dihati seringkali dikabulkan disaat saya sudah lupa akan keinginan itu. Oleh karena itu saya tidak pernah ragu memutuskan sesuatu dengan cara berdoa memohon petunjuk yang terbaik,  dan mengikuti alur yang Allah beri setelahnya. Sebetulnya melakukan sholat istikhoroh bukan kali pertama.  Sejak dulu ibu saya selalu mengajarkan saya untuk melakukannya setiap kali saya akan memutuskan sesuatu. Biasanya orang melakukannya jika berkaitan dengan jodoh.  Ya kan... Tapi saya mengawali sholat istikhoroh saya dulu saat saya sedang memilih melanjutkan sekolah kemana. Dan sampai saat ini s...

Special Children

"Saya percaya kok bu, saya dipilih Allah karena saya mampu. Ngga semua orang tua dikasi anak autis kan?" Memiliki seorang atau lebih dari satu anak yang terlahir dengan kebutuhan khusus seperti autis atau mungkin down syndrome tentunya bukan hal mudah bagi setiap orang tua. Ketika mengandung setiap pasangan terutama calon ibu, berharap anaknya lahir normal, sehat dan sempurna secara fisik. Namun bagaimana jika Allah mentakddirkan lain? Misalnya ketika lahir bayi ganteng yang baru datang ke dunia itu tidak menangis, atau misalnya bayi cantik itu memiliki struktur wajah khas penderita down syndrome, atau misalnya dalam perkembangan usia balita tersebut terlambat bicara, atau bahkan memiliki keseibangan tubuh yang kurang baik sehingga setiap kali memegang barang akan terlepas, atau ketika berjalan sering terjatuh. Marah kepada Allah bukan solusi, karena dalam Al Quran dituliskan bahwa Allah pasti memberi ujian sesuai batas kemampuan hambanya. Memarahi anak yang baru lahir at...

Penyebab Ketidakmatangan Remaja

Apa yang dilakukan remaja adalah hasil dari pembiasaan yang Ia terima dalam keluarganya.  Tidak ada orang tua yang ingin anaknya sedih atau merasa diabaikan.  Tetapi terlalu memanjakan anak dan memberikan bantuan terus-menerus menjadikan anak tidak mandiri. Dalam beberapa kisah pacaran para siswa,  saya mendapati saat mereka putus pacaran ada yang menyayat-nyayat dirinya.  Ada juga yang saat diputuskan oleh pacarnya,  Ia berjalan kaki ke rumah pacarnya sejauh kurang lebih 5 kilo meter.  Ada juga yang pura-pura pingsan. Naah,  yang paling kacau ketika siswa saya putus dengan pacarnya dan sang mantan dekat dengan orang lain,  orang tuanya langsung datang kepada saya dan menjelek-jelekkan mantan pacar anaknya. Apa siih yang membuat anak-anak berperilaku demikian? Mereka bukan kebanyakan nonton drama korea atau sinetron apalagi film india. Tapi mereka melakukan semua perilaku tersebut karena tingkat kematangan emosinya masih rendah.  Jadi maksud...

Trauma Sang Legendaris

*plip..plip..  Lampu ponsel saya berkedip menunjukkan ada notifikasi masuk. Iseng buka Whatsapp dan melihat status teman.  Foto Chester Bennington Vokalis Linkin Park-- band asal Amerika yang baru saja meninggal disebabkan bunuh diri--menjadi status updated nya. Iseng saya bertanya " Lu sedih dia ngga ada? " saya bertanya a karena saya merasa aneh jika teman saya ini sedih dengan wafatnya sang legendaris.  Lalu teman saya menjawab "ngga,  cuma sedih aja harus dengan cara bunuh diri" Apa sih yang yang menjadi penyebab Mas Chester ini mengakhiri hidupnya? Pasti bukan karena iseng atau biar jd trending topic kan.. Toh kalo udh jadi trending topic juga dia ngga akan bisa menikmati hasilnya. Setelah saya membaca beberapa artikel tentang beliau ini,  ternyata banyak kejadian traumatik yang Ia alami dan membuatnya depresi berkepanjangan. Perceraian orang tua diusianya yang menginjak 11 th menjadi pengalaman pahit baginya. Ia merasa diterlantarkan dengan kajadian te...