Rasa bukan hanya tentang suka
Karena bahagia bukan hanya karena berdua
Tapi rasa adalah sesuatu yang dalam mengisi relung jiwa
Tentang siapa yang ada di palung hati terdalam...
Memang bukan perkara mudah kalo kita bicara soal hati dan perasaan. Saya dapat memahami apa yang dirasakan, yang dilewati dan yang ada dalam hati mereka masing-masing.
Cerita ini adalah tentang dua orang yang pernah memiliki hubungan sangat dekat, lalu saling berjauhan dan tetap saling menyimpan rasa suka dalam dirinya. Empat tahun terlewat, keduanya tetap menyimpan rasa yang sama namun karena kesalahpahaman dan rasa malu mengakui perasaan keduanya menyimpan perasaan tersebut sambil terus berusaha mencari tahu bagaimana perasaan uang lain. Walopun salah satu berusaha ngelak dan bohong tentang perasaannya. Dan satu pihak terus berusaha mencari orang yang lebih baik. Namin keduanya tidak pernah menemukan orang yang benar-benar tepat dan berkenan dihati. Dan satu hal yang saya amati, perasaan yang sama dalam hati keduanya terlihat terlalu jelas.
Kita tidak pernah tahu Allah memiliki rencana apa untuk hidup kita selanjutnya. Apa pun yang kita ingin, jika Allah tidak ridho maka hal tersebut tidak akan pernah dapat kita capai. Sebaliknya saat sesuatu adalah takdir kita, mengelak bagaimana pun dengan berjuta alasan atau kita berusaha lari kemana pun. Kita akan sampai pada takdir tersebut.
Terus libatkan Allah dalam setiap keputusan yang kalian ambil. Karena kita belum mengetahui kita ditakdirkan bersama-sama atau tidak. Perasaan yang sama, berusaha menolak rasa, mengulang cerita, atau mengingat semua kenangan adalah hal manusiawi. Tapi kita belajar ya dari kisah menantu sekaligus sepupu dan putri tercinta Rasulullah SAW--Ali ra dan Fatimah Azzahra. Keduanya memiliki perasaan yang sama dan yang dilakukan hanya saling mendoakan kebaikan satu dengan yang lain. Ketika keduanya belum bersama, betapa khawatirnya Fatimah jika suatu hari Ali meminang wanita lain. Dan betapa cemburunya Ali melihat Fatimah dipinang laki-laki lain. Sampai akhirnya pinangan Ali lah yang diterima oleh Rasulullah SAW setelah Fatimah menolak laki-laki yang datang sebelum Ali.
Satu hal yang sama-sama kita belajar, hati adalah cermin yang paling jernih yang ngga akan pernah bohong sama kita tentang apa yang dirasa. Jujur saja pada hati kalian, jangan ditolak atau berusaha dikaburkan dengan berbagai alasan. Serahkan semua yang kamu rasa kepada sang Maha Pemilik Hati...
Seperti janjinya, Allah akan selalu mengabulkan doa kita. Jadi banyak-banyaklah berdoa seperti yang dilakukan oleh Ali dan Fatimah. Allah pastinya memberi yang kita butuhkan, bukan selalu yang kita minta. Mungkin Allah tidak mengabulkan doa kita saat ini tapi Allah tunda sampai saat yang tepat. Fokus dengan hidup kalian masing-masing dan terus saling mendoakan.
Semoga Allah takdirkan yang terbaik untuk mereka.
Komentar