Langsung ke konten utama

Senyap Layaknya Malam

Ternyata..  Dua tahun itu bukan waktu singkat untuk saya belajar banyak tentang hal baru bersama kamu.

Tahun pertama kita belajar menyesuaikan diri satu sama lain dengan pekerjaan baru.
Tahun kedua saya benar2 belajar mulai project itu dari awal.

Kamu tahu? Saya belajar semua dari kamu. Sedikit demi sedikit, tahap demi tahap. Masalah demi masalah yang datang membuat saya belajar lebih banyak. Tak hanya secara profesional saya belajar banyak. Tetapi secara pribadi saya banyak belajar. Cara kamu menghadapi masalah, cara kamu menghadapi orang lain, cara kamu menyelesaikan masalah, semua...

Tahun ini saya harus belajar sendiri. Saya kehilangan. Sangat kehilangan.

Saya sempat berpikir bahwa saya salah terka perasaan. Sampai bu Novi menceritakan semuanya. Perlu kamu tahu, saya bingung harus jawab apa hari itu.. Kamu sudah ngga ada...

Mungkin kalo kamu ada, saya langsung lari dan peluk kamu. Saya mau bilang.. Apa susahnya ngomong sama saya...

We used to talk bout anything...

Setahun bukan waktu yang lama untuk saya berpikir. Tapi juga bukan waktu yang singkat untuk saya nunggu.

Saya nggak tahu, akan bagaimana nanti. Saya nggak bisa bayangkan kalo kamu akhirnya nanti ada disini lagi. Kamu pasti perubah banyak. Semua didirimu pasti berubah. Saya juga nggak tahu, apakah saya masih punya arti sama buat kamu seperti waktu terakhir kamu disini.

Buat saya sendiri, semua masih sama. Sama seperti terakhir saya ketemu kamu waktu itu...

Percaya nggak,
Saya nggak pernah merasa kehilangan kamu, bukan nggak masalah kalau kita nggak ketemu. Saya juga nggak tahu kenapa ya. Tapi setiap kali kita jauh, saya selalu yakin kalo kita akan ketemu lagi.

Sadar nggak,
Kalo selama Ini Allah selalu mempertemukan kita dengan caraNya.

Jadi,
Sekarang pun..
Saya berdoa dan selalu berdoa,
Semoga Allah selalu melindungi kamu dalam perjalanan dan dimana pun kamu berada.
Semoga Allah lancarkan semua urusanmu
Semoga Allah jauhkan kamu dr segala jenis bahaya
Semoga kamu selamat sampai nanti kamu disini lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...