Langsung ke konten utama

Ragu? Istikhoroh Dong

Buku yang terakhir saya baca sampai tuntas berjudul "Ragu, Istikharah Dong"

Seringkali kita tidak melibatkan Allah SWT dalam keputusan-keputusan yang kita ambil dalam hidup.  Padahal dalam hadits yg shohih dikatakan bahwa istikharahlah walaupun hanya mencari sandal yg hilang.

Saya merasa bahwa setiap doa saya selalu Allah kabulkan disaat yang tepat. Bahkan keinginan yang sesekali terlintas dihati seringkali dikabulkan disaat saya sudah lupa akan keinginan itu. Oleh karena itu saya tidak pernah ragu memutuskan sesuatu dengan cara berdoa memohon petunjuk yang terbaik,  dan mengikuti alur yang Allah beri setelahnya.

Sebetulnya melakukan sholat istikhoroh bukan kali pertama.  Sejak dulu ibu saya selalu mengajarkan saya untuk melakukannya setiap kali saya akan memutuskan sesuatu.
Biasanya orang melakukannya jika berkaitan dengan jodoh.  Ya kan...
Tapi saya mengawali sholat istikhoroh saya dulu saat saya sedang memilih melanjutkan sekolah kemana. Dan sampai saat ini saya berusaha melanjutkan kebiasaan itu setiap saya akan membuat suatu keputusan. 

Dulu saya berpikir setelah melakukan sholat istikhoroh saya akan mendapat firasat brrupa mimpi atau pertanda lain.  Tetapi ternyata tidak selalu demikian.  Dalam buku lain yang saya baca,  melakukan sholat istikhoroh berarti apa pun yang kita putuskan kita menyertakan ridho Allah dalam mengambil keputusan itu.

Nah,  lalu kenapa saya tertarik membaca buku itu sekarang?
Alasan pertama,
Saya sedang belajar selalu melibatkan Allah dalam semua keputusan yang saya ambil.  Baik yang masih membuat saya bingung atau keputusan yang sudah saya tetapkan namun saya masih ragu apakah itu terbaik atau tidak.
Alasan kedua,
Karena  selalu saja ada hal yang sedang saya hadapi dan saya merasa tidak mampu menyelesaikan sendiri dengan logika dan pemikiran saya sebagai manusia.
Alasan ketiga,
Karena saya sedang belajar mengikuti garis takdir yang Allah buat untuk saya.

Sebulan sebelum membaca buku tersebut saya sedang kebingungan untuk menunggu atau melupakan seseorang. Saya tanya pada diri sendiri tetapi tidak bertemu jawabannya. Lalu saya bicara pada sahabat saya, semuanya menjawab "tunggu ya,  sabar" namun saya masih merasa tidak yakin apakah menunggu adalah pilihan yang tepat?

Sejak awal saya berusaha melibatkan Allah dalam memutuskan hal ini. Sejak kami terlibat dalam pekerjaan yang ternyata juga melibatkan juga perasaan. Saya berusaha terus melakukan sholat istikhoroh dan memohon Allah memberikan keputusan terbaik. Sampai dengan saat ini pun masih terus saya lakukan. Saya serahkan semua keputusan itu. Saya ikuti alur yang dibuat olehNya.  Percaya pada semua takdirNya. Entah apa yang Allah rancanakan dalam hidup saya.  Apa pun itu, saya yakin pasti keputusan itu yang terbaik dari Allah.
Seperti keyakinan saya bahwa Allah akan menjaga dia, menjauhkan dari semua bahaya, dan menjadikannya lebih baik lebih daripada terakhir saya bertemu. ()

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...