Langsung ke konten utama

Terlambat Mengetahui

Sambil menatapku lekat Vita berusaha menjelaskan secara singkat bagaimana perasaan Dewa melewati masalah antara aku dan dirinya dalam menyelesaikan project Buku Tahunan Sekolah pada tahun ini. “Perasaan dia dalem banget sama kamu tuh, nanti aku ceritakan semuanya ya. Menurutku dia begitu karena dia tidak pernah menerima perlakuan seperti yang kamu lakukan untuk dia, jadi dia kaget. Traumanya besar sekali. Tapi aku lihat dia memang ada rasa sama kamu tapi dia enggak berani ngakuin itu.  Dia enggak berani maju.  Dia berusaha nolak perasaannya.” Ujar Vita kepada aku sambil tersenyum penuh arti.

Aku mendengarkan cerita yang hanya sekelumit dari Vita sambil menerka apa yang Dewa ceritakan kepada Vita tentangku. Kali ini aku mencoba untuk mengingat kembali konflik antara aku dan Dewa diakhir pekerjaan kami beberapa pekan sebelum akhirnya Buku Tahunan itu diantar ke sekolah. “Dan dia enggak tahu juga kan kalo aku setengah mati bingung dia kenapa, dan dia enggak tahu juga aku sampe nangis karena kebingungan. Tapi kan sekarang udah terlambat Bun, dia udah enggak ada.” Kataku sembari menghela nafas. Setengah menyesal dan seperti sedang disadarkan dari mimpi. 

Seperti mengerti apa yang aku pikirkan dan rasakan, Vita menanggapi dengan cepat kalimatku tadi “Belum terlambat, nanti aku cerita semuanya. Nanti kita ketemu lagi. Intinya satu,  perasaan dia sama kamu dalem banget. Dia sekarang cuma butuh waktu aja.”

Bogor,  10 Mei 2017
Sore selepas wisuda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...