Langsung ke konten utama

Kacang lupa kulitnya

Saat berada dalam kondisi terpuruk, Semisal saat kita baru saja kehilangan pekerjaan entah dengan cara mengundurkan diri atau diberhentikan dari pekerjaan, kita berharap ada orang lain yang bersedia membantu kita untuk keluar dari kondisi itu.  Jika beruntung maka kita akan dipertemukan oleh Allah dengan orang yang dengan tulus membantu kita hingga sedikit demi sedikit kita dapat keluar dari kondisi yang tidak menyenangkan kearah yang lebih baik.

Dalam kondisi tidak stabil secara ekonomi,  yang biasanya terpikir oleh kita adalah melamar pekerjaan ditempat baru atau memulai usaha sendiri. Saat kita memutuskan untuk memulai usaha tentunya kita memerlukan bantuan dari orang lain berupa pesanan yang banyak atau jejaring yang besar. Apa yang dilakukan pihak yang menolong kita tersebut mungkin bukan hal yang besar menurut kita.  Namun,  besar kecilnya bantuan perlu diberi penghargaan dalam bentuk sesederhana apa pun. Anggap saja walaupun sekadar ucapan terima kasih dan tidak pernah memutuskan tali silaturahim. Bisa jadi orang tersebut membantu kita dengan cara menjadi pelanggan pertama, pelanggan setia atau pemesan terbanyak walaupun hanya untuk membuat kita merasa percaya diri dengan usaha yang baru kita rintis.

Mungkin juga Ia memperkenalkan produk kita kepada teman-teman dekat atau jejaring yang lebih luas yang Ia miliki. Atau bisa juga Ia memberikan ide-ide yang dapat kita gunakan untuk mengembangkan usaha.

Perlahan usaha kita mungkin berkembang. Produk yang kita hasilkan mulai dikenal khalayak ramai. Sayangnya dengan berkembangnya usaha yang kita rintis,  kita sering melupakan pihak yanh pertama yang membantu kita membangun usaha. Alasan sibuk dengan pesanan yang banyak adalah alasan yang paling sering kita kemukakan. Seiring dengan berjalannya waktu jejaring kita mulai besar sehingga kita merasa mampu mengembangkan usaha tanpa bantuan siapa pun.  Kita sering lupa bagaimana awal usaha itu terbentuk dan siapa yang membantu kita membesarkan usaha tersebut.

Allah tidak pernah salah mempertemukan dan mengenalkan kita dengan orang lain seperti yang kita minta saat berada dikondisi terpuruk. Hanya kita saja yang sering merasa mampu berdiri sendiri dan lupa bahwa Allah mempertemukan kita dengan lain lain yang siap membantu.

Alasan tidak enak jika terus minta bantuan kepada pihak yang pertama membantu kita adalah alasan yang lain yang kita kemukakan saat kita mulai merasa jejaring yang kita dapatkan selanjutnya mampu mengembangkan usaha agar semakin besar.  Kita sering lupa bahwa jejaring yang kita dapatkan itu bukan kita kenal tanpa sengaja,  justru kita diperkenalkan untuk dapat dibantu.

Perlahan kita mulai melupakan pihak yang memposisikan dirinya selalu ada untuk membantu kita.  Dengan segudang alasan yang kita buat demi membenarkan apa yang kita lakukan. Kesibukan dan ketiadaan waktu menjadi alasan utama memutus silaturahim. Alasan "tidak enak jika terus merepotkan" sering kita lontarkan hingga kita merasa bahwa kita berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Kita lupa bagaimana saat usaha baru dirintis kita berusaha berbuat yang terbaik kepada pihak yang membantu kita dengan tulus. Padahal sebenarnya tanpa jejaring, ide dan pesanan yang Ia berikan belum tentu usaha kita sebesar saat ini.

Satu hal yang paling sering kita lupa  jejaring yang kita dapatkan dan ikut membantu usaha kita hingga berkembang memiliki ikatan yang kuat dengan orang yang membantu kita tersebut.  Mereka saling kenal dan berinteraksi secara intensif lebih dulu sebelum kita dilibatkan dan akhirnya menjadi bagian dari lingkaran itu sendiri. Apa yang kita lakukan dan katakan akan selalu mereka amati dan evaluasi untuk terus menilai bagaimana sikap kita.

Jika semua itu terlanjur terjadi berarti tanpa atau dengan sengaja kita sudah mengecewakan pihak yang membantu kita berkembang. Kita terus melaju dengan keyakinan-keyakinan yang kita miliki tanpa menengok kebelakang untuk melihat apa dan siapa saja yang kita tinggalkan. Jika sudah demikian,  kita akan dilabeli sebagai orang yang lupa akan jasa baik orang lain.  "Kacang lupa kulitnya" label itu sering akhirnya dilekatkan kepada kita.

Alih-alih merasa tidak enak jika merepotkan. Memperbaiki komunikasi dengan pihak yang pertama kita kenal perlu kita lakukan.  Mungkin kita tidak akan sebesar sekarang tanpa bantuannya.  Mungkin jejaring kita tidak seluar sekarang tanpa link yang Ia berikan.  Mungkin kita tak sehebat sekarang jika kita tak didukung penuh olehnya. ()

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...