Saya selalu percaya bahwa setiap doa pasti Allah kabulkan atau diganti dengan yang lebih baik. Bahkan setiap doa yang tidak sempat terucap dan hanya terlintas didalam hati.
Hari ini misalnya..
Menyelesaikan satu artikel pendek untuk bernas.id membuat saya merasa bahwa ada satu lagi doa saya yang terkabul. Walaupun saya belum tahu, tulisan tersebut layak posting atau tidak. Tetapi bagi saya pribadi, hal itu adalah capaian setelah banyak waktu saya berusaha mengalahkan rasa tidak percaya diri pada hasil tulisan saya sendiri.
Akhir pekan lalu contoh lain,
Ketika diumumkan tulisan saya termasuk tiga tulisan terbaik dalam pelatihan menulis online.
Dulu sekali, membaca adalah kebiasaan yang dibentuk oleh ibu terhadap saya. Sejak kecil saya selalu dibawakan banyak sekali buku perpustakaan. Menulis pun menjadi hal yang biasa saya lakukan, seperti yang sudah pernah saya tuliskan sebelumnya. Tetapi selama ini saya merasa tulisan saya tidak layak dibaca orang lain. Namun jauh dalam hati, saya sering mengatakan pada diri sendiri "nanti, pengen bisa nulis yang bisa menginspirasi orang lain"
Suatu hari saya minta tolong pada seorang sepupu untuk membaca biografi pendek yang saya tulis untuk kado ulang tahun seseorang. Dan sepupu saya bilang "tulisannya bagus, tinggal dipoles aja." Tetapi kalimat itu tidak serta merta membuat saya yakin bahwa tulisan saya dapat dipahami orang lain.
Menulis terua saya lakukan diwaktu senggang atau antar waktu saya beraktifitas.
Melatih keterampilan saya menulis rasanya tidak akan pernah cukup karena setiap mulai menulis bagi saya menjadi tantangan baru.(IndahIntantila)
Komentar