Langsung ke konten utama

“MENGAPA SAYA HARUS MENULIS”

Menulis adalah kegiatan yang selalu saya lakukan setiap hari.  Untuk apa?  Awalnya hanya untuk mengisi buku harian. Buku harian pertama saya, bukan buku yang saya beli dalam kondisi kosong lalu saya isi dengan curhatan cinta monyet.  Melainkan buku yang ditulis dengan penuh cinta oleh kedua orang tua saya, tentang perkembangan saya sejak lahir sampai buku itu jadi kado ulang tahun ketiga belas bagi saya. 

 
Bulan demi bulan dan tahun demi tahun saya jadi terbiasa menulis.  Yang awalnya hanya sekadar cerita keseharian saya sendiri kemudian berkembang menjadi kisah tentang beberapa orang yang berarti dalam hidup saya. 

 
Tahun 2005, buku harian mulai saya tinggalkan karena saya lebih sering menulis dalam blog. Pada saat itu sekadar menceritakan bagaimana pekerjaan saya sebagai staf humas di salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat. Sayangnya beberapa kali dalam rentangan waktu yang panjang saya vakum dari menulis hingga pada tahun 2011 saya mulai menulis lagi. 

 
Sejak memutuskan untuk mengabdikan diri menjadi guru di salah satu sekolah di Kota Bogor, menuliskan setiap hal yang saya lakukan dalam pekerjaan menjadi kebiasaan yang saya bangun kembali.  Kali ini saya lebih banyak menulis laporan studi kasus yang saya selesaikan dalam pekerjaan. Lama kelamaan menulis menjadi hal yang terus saya biasakan karena banyak ilmu atau pengalaman yang dapat saya bagi sebagai bahan pembelajaran untuk orang lain. Sehingga jika saya ditanya mengapa saya suka menulis, jawaban saya pasti karena melalui menulis berarti saya belajar dan berbagi. Menulis dapat menginspirasi orang lain.

Dalam keseharian, saya bertemu banyak orang. Banyak kisah hidup mereka yang menginspirasi saya. Dari mereka saya belajar mengenai perjuangan hidup, tentang luka hati yang tidak sembuh, tentang dendam yang menjadi pemacu semangat, tentang frustasinya seorang remaja, ataupun tentang mimpi-mimpi besar yang menunggu diwujudkan dan banyak lagi cerita berkesan. Ternyata Allah menempatkan saya sebagai guru agar saya belajar banyak dari kehidupan orang lain dan cerita mengenai kehidupan itulah yang saya bagi.

 
Salah satu kisah yang sangat menginspirasi saya tulis dalam biografi singkat, bagi saya tokoh yang saya tulis ini memiliki cerita hidup yang sangat mengesankan. Biografi yang saya tulis ini bercerita tentang dendam, mimpi dan cinta. Saya berharap cerita dalam biografi  tersebut dapat menginspirasi banyak orang untuk mewujudkan mimpi yang mereka miliki walaupun harus melewati rintangan yang sangat besar.  Dari biografi ini juga saya ingin mengajak banyak pihak untuk tidak menilai seseorang hanya dari tampilan luar saja namun melihat dari bagaimana seseorang menjalani hidupnya.()

 
Bogor, 31 Agustus 2017
Indah Intantila

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...