"Saya percaya kok bu, saya dipilih Allah karena saya mampu. Ngga semua orang tua dikasi anak autis kan?"
Memiliki seorang atau lebih dari satu anak yang terlahir dengan kebutuhan khusus seperti autis atau mungkin down syndrome tentunya bukan hal mudah bagi setiap orang tua. Ketika mengandung setiap pasangan terutama calon ibu, berharap anaknya lahir normal, sehat dan sempurna secara fisik. Namun bagaimana jika Allah mentakddirkan lain? Misalnya ketika lahir bayi ganteng yang baru datang ke dunia itu tidak menangis, atau misalnya bayi cantik itu memiliki struktur wajah khas penderita down syndrome, atau misalnya dalam perkembangan usia balita tersebut terlambat bicara, atau bahkan memiliki keseibangan tubuh yang kurang baik sehingga setiap kali memegang barang akan terlepas, atau ketika berjalan sering terjatuh.
Marah kepada Allah bukan solusi, karena dalam Al Quran dituliskan bahwa Allah pasti memberi ujian sesuai batas kemampuan hambanya. Memarahi anak yang baru lahir atau membencinya lebih tidak mungkin. bukankah Ia lahir karena keinginan orang tuanya? Satu-satunya hal yang dapat dilakukan adalah menerima takdir yang telah Allah gariskan. Setiap manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Jika apa yang Allah takdirkan kepada kita bukan seperti apa yang kita minta dalam setiap doa yang kita panjatkan mungkin Allah memiliki rencana lain, dan pastinya jauh lebih baik dari yang kita rencanakan.
"kenalin bu, ini anak saya yang autis itu..."
Setelah menerima keadaannya, memperkenalkan pada lingkungan adalah hal yang perlu dilakukan dan memeberikan efek positif. Menjelaskan secara jujur dan detail --kepada pihak yang perlu mengetahui detail keadaan anak yang spesial akan membantu orang tua berbagi beban dalam penanganan anak yang memiliki kebutuhan khusus.
Jika anak sudah dapat diajak berkomunikasi perlu kiranya memberitahukan bagaimana kondisi dirinya. Sehingga anak paham siapa Ia dan bagaimana sebaiknya bertindak.
Biasanya saaya ketika awal tahun pelajaran akan mengamati satu persatu siswa yang masuk. Jika terindikasi ada siswa saya yang berkebutuhan khusus, saya akan menghubungi orang tua yang bersangkutan dan meminta record penangaan baik medis maupun non medias yang sudah dilakukan.
dalam proses pelayanan, siswa akan diperlakukan sama dengan siswa yang normal dalam batasan tertentu. Siswa akan dilayani dan ditangani sesuai dengan tugas perkembangan usianya dalam batasan yang khusus. Berdialog adalah hal yang sangat penting dalam proses perkembangan siswa di SMA. Sehingga siswa berkebutuhan khusus pun akan selalu diajak berdialog mengenai keputusan-keputusan yang berkenaan dengan dirinya.
Memiliki seorang atau lebih dari satu anak yang terlahir dengan kebutuhan khusus seperti autis atau mungkin down syndrome tentunya bukan hal mudah bagi setiap orang tua. Ketika mengandung setiap pasangan terutama calon ibu, berharap anaknya lahir normal, sehat dan sempurna secara fisik. Namun bagaimana jika Allah mentakddirkan lain? Misalnya ketika lahir bayi ganteng yang baru datang ke dunia itu tidak menangis, atau misalnya bayi cantik itu memiliki struktur wajah khas penderita down syndrome, atau misalnya dalam perkembangan usia balita tersebut terlambat bicara, atau bahkan memiliki keseibangan tubuh yang kurang baik sehingga setiap kali memegang barang akan terlepas, atau ketika berjalan sering terjatuh.
Marah kepada Allah bukan solusi, karena dalam Al Quran dituliskan bahwa Allah pasti memberi ujian sesuai batas kemampuan hambanya. Memarahi anak yang baru lahir atau membencinya lebih tidak mungkin. bukankah Ia lahir karena keinginan orang tuanya? Satu-satunya hal yang dapat dilakukan adalah menerima takdir yang telah Allah gariskan. Setiap manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Jika apa yang Allah takdirkan kepada kita bukan seperti apa yang kita minta dalam setiap doa yang kita panjatkan mungkin Allah memiliki rencana lain, dan pastinya jauh lebih baik dari yang kita rencanakan.
"kenalin bu, ini anak saya yang autis itu..."
Setelah menerima keadaannya, memperkenalkan pada lingkungan adalah hal yang perlu dilakukan dan memeberikan efek positif. Menjelaskan secara jujur dan detail --kepada pihak yang perlu mengetahui detail keadaan anak yang spesial akan membantu orang tua berbagi beban dalam penanganan anak yang memiliki kebutuhan khusus.
Jika anak sudah dapat diajak berkomunikasi perlu kiranya memberitahukan bagaimana kondisi dirinya. Sehingga anak paham siapa Ia dan bagaimana sebaiknya bertindak.
Biasanya saaya ketika awal tahun pelajaran akan mengamati satu persatu siswa yang masuk. Jika terindikasi ada siswa saya yang berkebutuhan khusus, saya akan menghubungi orang tua yang bersangkutan dan meminta record penangaan baik medis maupun non medias yang sudah dilakukan.
dalam proses pelayanan, siswa akan diperlakukan sama dengan siswa yang normal dalam batasan tertentu. Siswa akan dilayani dan ditangani sesuai dengan tugas perkembangan usianya dalam batasan yang khusus. Berdialog adalah hal yang sangat penting dalam proses perkembangan siswa di SMA. Sehingga siswa berkebutuhan khusus pun akan selalu diajak berdialog mengenai keputusan-keputusan yang berkenaan dengan dirinya.
Komentar