Langsung ke konten utama

With Love

...
F. 032016

Mendengarmu berkisah,  rasanya aku seperti bicara pada bayangan yang memantul dari sebuah cermin lama yang beranjak usang.  Dimana aku dapat melihat separuh diriku ada padamu

Berusaha memahami pikiranmu, serasa memasuki jalan aksara yang siap berlompatan dari benakku. Banyak sudut pandang yang sama saat menilai sesuatu.

Menerka hatimu seperti memahami rasaku.  Menilaimu sama seperti menyelam jauh kedalam hatiku sendiri.

Membaca gerak laku mu pun harus ku padankan dengan apa yang ingin aku lakukan.  Karena setiap aku ingin sesuatu, tak lama kau melakukan itu...

Menantimu bertindak, sama seperti membuka kosa kata dalam pemikiranku. Bagaimana tidak, setiap aku ingin menanyakan sesuatu,  tetiba kau hadir menjelaskannya tanpa kuucapkan tanya itu.

--------


F. 082016

Tanpa kita sadari semua teramati. Sering kita tertawa dan hanya kita yang mengerti mengapa. Sering kita berbisik dan hanya kita yang mengerti...

"chemistry"
Entah apa arti kata ajaib itu bagi mereka.

Namun,
Apakah kau setuju?
Bicara tak lagi penting saat setiap aksara dalam pikiran dan terlintas dihati selalu terbaca jelas dan tepat.

Kemana takdir ini terus mengalir? Hampir setahun berlalu...

Apakah masih kau ingat bahwa kita pernah sepakat,  jika kita percaya Tuhan menggerakkan takdir pada suatu hal, maka semesta pasti akan mendukung hal itu terjadi dengan caraNya. Dan kita akan tiba pada satu waktu yang indah,  yang entah hingga kapan rahasia itu terbuka bagi kita.

-----


F. 012017
Apa kau sadari?
Meski tak terkatakan, bukan berarti kita tak merasa, ada yang berbeda diantara kita disepanjang waktu itu.
Melintasi waktu bersama adalah melewati selaksa rasa dan peristiwa yang tak membutuhkan jutaan kata.
Setiap laku dan cerita, setiap duka, setiap bahagia semua tak pernah terkira dan terduga.

-------


F. 042017

Apa yang terjadi hingga kau begitu?
Foto itu, dia siapa?
Ada apa denganmu?
Menghindar, menjauh, dan hilang...
Setelah sebelumnya kau bertanya mengapa, mengapa dan mengapa?
KAu tak suka dengan semua perhatian dan pemberianku?
Mengapa kau tak sampaikan saja sejak awal dulu?

Lakon apakah yang kau mainkan hingga kita terjebak pada labirin yang rasanya penuh liku dan aku tak dapat menemukan jalan keluarnya?

Aku terhenyak saat segalanya luluh lantak.
Menangis dalam diam dan kebingunganku sendiri...
Mungkin bukan aku yang paling berarti dalam hatimu,
dan kau, yang paling berarti dalam ruang terluas dalam hatiku...
dan rasanya, aku salah...
kau tau? duniaku runtuh...
Dan rasanya aku tak sanggup melihatmu lagi...

------


F. 052017

Jika cinta sedemikian besarnya,
Lalu mengapa rumah itu kau tinggalkan tanpa kau kunci? Lalu bagaimana ia terjaga?
Pernahkah terpikirkan olehmu bagaimana cara lilin didalamnya terus menyala hingga kau kembali?

Mengapa tak kau katakan padaku saja semua kepingan rasa yang kau miliki?
Mengapa harus meragukan rasaku?
Sejauh apa kau harus pergi untuk meyakinkan hatimu sendiri?
Hingga kapan kau mau aku menunggu?
Dimana kau mau aku mencarimu?

Dalam diam...
Kau tetap dengan pergimu,

Dan aku tetap dengan doa ku.
Sendiri.
Tertegun.
Mencari dan menunggu

Kita sadar,
Kita mengukur rasa,
Kita menilai,
Kita menyimpan,
Dan...
Menunggu tutur itu terucap.

Tapi apakah kau pernah bayangkan?
Ada airmata yang jatuh laksana hujan deras tanpa henti. Berharap semua akan sama sampai akhir nanti?

-------


F.102017
Saat ini, setelah melintas jauh. Menempuh ruang dan waktu. Menghabiskan hari untuk merenungi diri. Menilai setiap hal yang telah terlewati. Merefleksikan lagi setiap kejadian yang kau alami.
Setelah jarak terentang dan kau merintang hati, bertemu dengan banyak kenyataan yang terjadi.
Setelah banyak hal tak bahagia yang kau temui, segala hal dalam dirimu pasti berubah.
Pola pikir,  kisah klasik yang dulu kau bagi, hingga caramu memandang setiap masalah.
Kadang kita memang perlu menempuh jauh.  Kadang kita perlu melonggarkan peluk. Hanya untuk mengingat dekat.

Satu hal yang tak pernah mereka sadari,  kita selalu bercakap dengan sandi yang hanya kita yang pahami. Kita selalu bicara lewat aksara yang hanya kita yang mengerti.

Bagiku,
Semua masih seperti saat kita selalu menghabiskan pagi bersama,

Karena hingga kini,
Tetap dalam pekat malam
Tetap dalam doa
Tetap dalam diam
Dan kau
Tetap ada dalam ruang terluas yang selalu kusebut hati...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...