Langsung ke konten utama

MENULIS UNTUK KATARSIS

Bagi saya menulis bukan sekedar hobi atau kebiasaan yang sudah saya lakukan sejak masih usia belasan. Bukan pula sebagai cara saya untuk mencurahkan isi hati berupa curhatan galau (karena udah bukan masanya juga). Menulis juga bukan hanya menjadi bagian dari kewajiban dalam pekerjaan, dengan menulis laporan kasus. Bukan pula hanya cerita. Menulis bagi saya adalah juga sebagai katarsis.  
Dalam metode psikologi (psikoterapi) katarsis adalah upaya menghilangkan beban mental seseorang dengan menghilangkan ingatan traumatisnya dengan membiarkannya menceritakan semuanya.

Yesss.. For me writing also the way to release pain and solve the problem.

Semakin matang usia pastinya semakin banyak yang saya pelajari dari kehidupan saya dan orang-orang disekitar saya. Semakin lama Allah memberikan kesempatan saya hidup,  semakin banyak masalah yang saya temui.  Entah dalam komunikasi dengan orang lain,  atau masalah yang muncul karena prasangka buruk yang muncul dari diri saya sendiri. 

Walaupun dalam islam yang menjadi pondasi hidup saya secara tegas dikatakan bahwa setiap masalah pasti Allah berikan lengkap dengan solusinya.  Tetapi as a human being, pastinya kita pun harus berupaya maksimal menyelesaikan masalah yang diberikan. Seperti dianjurkan dalam Al Quran surah kedua ayat 54, bahwa kita diperintahkan untuk meminta pertolongan Allah dengan sabar dan sholat. Dalam sholat banyak sekali yang saya mohonkan. Tapi yang paling utama,  saya mohon agar Allah memperbaiki segala urusan saya dan tidak menyerahkan kepada saya sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariNya. Cara saya bersabar dalam menghadapi masalah,  biasanya saya banyak membaca referensi yang berkaitan dengan masalah saya dan menuliskan solusi dan pelajaran yang saya ambil dari hasil membaca itu sendiri.

Sering juga saya mempelajari masalah orang lain dengan cara membantunya menyelesaikan permasalahan (ini biasanya disesi konseling) lalu menceritakannya dalam tulisan-tulisan saya (tentunya bukan dengan nama sebenarnya yaa)

Apakah saya menulis tepat saat ada masalah? Jawabannya NGGA. Saya tidak ingin saat menulis emosi saya masih meletup-letup karena tulisan saya hanya akan berisi luapan kekesalan.  Saya biasanya menulis saat emosi saya sudah mereda.  Hal itu saya lakukan agar saat menulis saya sudah dapat berpikir dengan jernih.  Apa yang saya rasakan ketika menulis? Pastinya emosi saya terpanggil lagi,  namun saya sudah dapat mengelolanya. Dan setelah menuliskan semuanya saya merasa lebih lega.

Orang yang mengenal saya mungkin akan menilai saya sebagai orang yang ekstrovert (apa aja diceritain ) padahal sebenarnya saya orang yang sulit menceritakan inti permasalahan yang saya miliki. Saya pun bukan orang yang suka menceritakan masalah orang lain untuk bahan gossip (apalagi pekerjaan sebagai guru BK, tempat menampung masalah orang). Saya cenderung menyimpan inti masalah dalam hati dan menceritakan kulit luarnya kepada orang lain. 
Menulis juga dapat membuat saya bercerita tentang masalah saya tanpa khawatir orang lain akan menghakimi atau mengejek. Saat menulis saya bebas mengungkapkan semua yang saya rasa dan pikir.

Apakah saat tidak ada masalah saya berhenti menulis?  Jawabannya NGGA.  Karena tanpa masalah saya bisa menulis kisah orang lain yang inspiratif yang saya temui dalam rutinitas. (Wrote by Indah Intantila)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...