“Betul, aku memang jaga jarak sama ibu. Buat saya, yang ibu lakukan sebagai klien tuh nggak wajar. Ibu kirimin saya makan siang, kenapa cuma saya? kan ada tim saya juga. Ibu bisa tanya alamat mereka. ibu juga kirimin kakak saya makanan, Aku sengaja pasang boundary sama ibu. Banyak yang harus aku jaga perasaannya, keluargaku, pasangaku, timku..” jawab Dewa saat aku tanya mengapa kinerjanya pada project ke kali ini tidak sebaik project yang lain.
Aku terhenyak mendengarnya mengatakan hal tersebut. Diam. Aku hanya mendengarkan sambil mengingat apa saja yang sudah aku lakukan hingga membuatnya berkata demikian. Aku terkejut karena tiba-tiba aku mengetahui ia sengaja menjaga jarak denganku. Bukankah belakangan ini kami semakin dekat? Bukankah ia sendiri yang mulai melibatkanku dalam urusan pribadinya, dan ia juga yang melibatkanku semakin jauh dalam kehidupannya? Bukankah selama ini tidak pernah perilaku yang menunjukkan bahwa ia tidak menerima semua bantuan ku? Aku berusaha tenang dan tersenyum layaknya sedang menghadapi seorang klien yang datang untuk melakukan konseling dan mengeluarkan semua keluh kesah perasalahannya. Aku berusaha menutupi semua keterkejutanku. Walaaupun sebenarnya jauh di dalam hati perasaanku tidak dapat aku lukiskan lagi.
Aku berusaha mencerna baik-baik kata demi kata yang ia lontarkan. Ia berbicara tanpa menatapku, pandangannya lurus ke depan seperti sedang berusaha menyusun kata-kata. Ia berkata dengan suara yang pelan, namun semua kata itu terasa sangat dalam dan menusuk.
Sayup-sayup dari windows media player laptopku masih terputar lagu “in a rush milik Blackstreet”
“That’s sometimes I cry, but I can’t tell you why
why I feel, what I feel inside..
How I try to express what’s been jugglin’ my mind
But still can’t find the words
But I know that something’s got a hold on me...”
Aku terdiam lama setelah ia meninggalkan ruangangku siang itu. Bingung, tiba-tiba aku merasa dadaku sesak dan aku tak dapat berpikir apa pun. Lagu tadi terus mengalun menemani aku yang terus diam dalam kebingungan.
Komentar