Langsung ke konten utama

Tak Bisa (Lagi) Berpura-Pura

"...Memangnya Dewa cerita apa soal aku, bun?” Sambil terus berpikir kira-kira apa yang Dewa bicarakan dengan Vita. Hal sepenting apa yang Dewa ceritakan hingga Vita memutuskan untuk menceritakannya kepada aku, yang menjadi objek cerita Dewa.

---- 

“Dewa bilang dia akan coba pergi. Dia berharap ketika dia pergi kamu akan mengakui perasaanmu terhadapnya. Mendengar kalimatnya itu, aku bilang pada Dewa  kenapa nggak dia aja yang mengakui perasaannya kepada kamu. Dia menyiksa dirinya dengan cara pergi jauh dengan alasan touring. Aku lihat akhirnya semua yang dia lakukan nggak ada yang terselesaikan, kuliahnya nggak beres, dia juga pergi touring nggak punya tujuan yang pasti mau kemana aja dan seperti apa. Kenapa dia nggak menyelesaikan urusan-urusannya di sini saja dulu. Tapi dia memang butuh jawaban dan mencarinya dengan cara pergi jauh. Jadi ya sudah, aku pikir mungkin itu yang terbaik bagi dia. Aku bilang ke Dewa, keputusan itu ada di tangannya. Tapi dia harus tahu bahwa hati kamu itu ibarat rumah, yang membuat rumah menjadi hidup adalah manusia yang menghuninya. Kalo rumah itu ditinggalkan dalam keadaan kosong, sebagus apa pun lama-kelamaan akan rusak. Tapi dia tuh nggak ngerti aku pake analogi seperti itu, sampe aku dua kali mengulang kalimat itu. Akhirnya aku bilang ke Dewa, jangan sampai kamu keburu diambil orang lain, dan Dewa akan kehilangan kamu. Tapi waktu aku bilang seperti itu dia cuma senyum malu gitu. Aku juga bilang sama Dewa, kalo perempuan tuh nggak suka digantung, dia malah berpikirnya kamu yang menggantung hubungan kalian. Tahu nggak, aku sampai berkali-kali bertanya bahwa sebenarnya dia suka atau nggak sih sama kamu. Awalnya Dewa nggak mau menjawab, tapi setelah aku bilang bahwa laki-laki harus punya prinsip, dia bilang katanya takut ditolak sama kamu kalo dia mengungkapkan perasaannya. Dia bilang sama aku, kalo dia akan bilang sama kamu, tapi dia harus pergi touring dulu karena dia sudah janji pada dirinya sendiri bahwa dia harus touring. Aku sampai nanya sama Dewa, apa dia pergi tuh sebagai pembuktian bahwa kamu akan nunggu dia? Aku malah sampai bilang ke Dewa, kalo akhirnya kamu memilih untuk melupakan perasaan kamu terhadap dia, maka dia akan lebih lama dan lebih dalam merasakan kekecewaan. Aku berusaha meyakinkan dia bahwa pergi bukan pilihan yang tepat sebelum dia menyelesaikan semua urusannya di sini, baik urusan kampus maupun urusan perasaannya dengan kamu. Tapi dia tetap ngotot harus pergi dulu seperti janjinya. Aku pikir lagi, ya sudahlah, kalo memang dia mau menepati janji kepada dirinya sendiri kita nggak bisa memaksa. Tapi aku juga mengingatkan Dewa sekali lagi, jangan kecewa jika pada akhirnya kamu memilih untuk ninggalin dia”

Aku lumayan terkejut mendengar panjang lebar cerita Vita. Dewa? pergi untuk membuktikan itu? Aku, jadi salah satu alasan dia pergi? Dewa, menyimpan perasaannya kepadaku?
Semua tiidak pernah terpikirkan akan sejauh ini...

----
🎶 Merenungkanmu kini membuka haru ku,
Berbagai kenangan berganti,
masa yang tlah lalu...
Melukiskanmu lagi didalam benakku,
Perlahan terbayang pasti
Garis wajah mu🎶
-- Semoga,  Kla Project--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...