Langsung ke konten utama

For Ya!

Terus terngiang dalam benakku kalimat Vita bahwa Dewa memutuskan pergi dan ia ingin aku mencarinya.  Aku pernah berusaha menghubunginya namun rasanya percuma.  Aku juga tak pernah lupa bagaimana Dewa mengatakan padaku bahwa ia memang sengaja menjaga jarak karena banyak yang harus ia jaga perasaannya.  Berkali Vita mengatakan padaku bahwa Dewa sengaja melakukan itu agar aku cemburu dan merajuk padanya dan semua yang Dewa lakukan memang sudah ia rencanakan.  Berkali juga aku katakan pada Vita, bahwa saat ini Dewa tidak berusaha menunjukkan bagaimana perasaannya sebenarnya.

---

Satu hal yang terkadang aku lupa,  aku tak dapat menilainya menggunakan kacamata orang lain.  Aku juga tak bisa menggunakan sepatu orang lain untuk memahami langkah yang ia ambil.  Aku juga tak dapat memahaminya dengan sudut pandang orang lain.  Aku hanya dapat menilainya dengan kacamataku,  memahami pemikirannya dengan caraku melihat hidup dan harapanku. Aku dapat memahami langkah yang ia ambil dengan mendalami masalahnya. 

Satu hal yang kadang aku coba sangkal,  kami layaknya cermin yang memiliki banyak kesamaan pola pikir dan cara memandang suatu masalah.

Lalu apa yang dapat aku lakukan selanjutnya? Aku hanya dapat menitipkan Dewa kepada Allah saja,
yang selalu menjaga titipannya dengan sangat baik...

Aku doakan dia saja,  semoga Allah selalu menjauhkan dia dari segala hal yang buruk. 

Tidak lagi berusaha mencarinya atau mencari tahu bagaimana keadaannya bukan berarti aku tidak peduli. Bukan karena rasa sayangku berkurang.  Semili pun tidak pernah berkurang semua rasa sayangku terhadapnya. Aku hanya berusaha memberi ruang yang luas bagi Dewa untuk menikmati hidup dan dunianya. Yang ia butuhkan saat ini adalah waktu untuk memahami dirinya sendiri.  Merenungkan hidupnya dan orang lain disekitar dirinya. Menilai semua orang yang ada dalam hidupnya,  keluarga,  sahabat,  teman, termasuk juga menilaiku. Mendewasakan pola pikirnya. Memahami dan merefleksikan lagi perasaannya. Melepaskan semua dendam dan traumanya. Dan tentunya merencanakan masa depannya.
Semoga semua jadi jauh lebih baik setelah ini. ()

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...