Langsung ke konten utama

Trauma Sang Legendaris

*plip..plip.. 
Lampu ponsel saya berkedip menunjukkan ada notifikasi masuk. Iseng buka Whatsapp dan melihat status teman.  Foto Chester Bennington Vokalis Linkin Park-- band asal Amerika yang baru saja meninggal disebabkan bunuh diri--menjadi status updated nya. Iseng saya bertanya " Lu sedih dia ngga ada? " saya bertanya a karena saya merasa aneh jika teman saya ini sedih dengan wafatnya sang legendaris.  Lalu teman saya menjawab "ngga,  cuma sedih aja harus dengan cara bunuh diri"

Apa sih yang yang menjadi penyebab Mas Chester ini mengakhiri hidupnya? Pasti bukan karena iseng atau biar jd trending topic kan.. Toh kalo udh jadi trending topic juga dia ngga akan bisa menikmati hasilnya.
Setelah saya membaca beberapa artikel tentang beliau ini,  ternyata banyak kejadian traumatik yang Ia alami dan membuatnya depresi berkepanjangan.

Perceraian orang tua diusianya yang menginjak 11 th menjadi pengalaman pahit baginya. Ia merasa diterlantarkan dengan kajadian tersebut.  Mungkin sebagian orang akan berkomentar,  apa masalahnya sih kalo otang tua bercerai?  Itu kan masalah mereka.  Bukan masalah anak-anaknya.  Tanya perasaan dan imbas perceraian pada anak-anak yang orang tuanya bercerai.  Ada pengalaman melihat orang tua bertengkar saja sangat tidak menyenangkan.  Apalagi ketika keduanya memutuskan berpisah dan anak-anak harus memilih harus memihak pada siapa.  Walaupun mereka mengatakan bahwa keduanya akan tetap berhubungan baik setelah perceraian,  tetap saja ketiadaan mereka secara utuh akan menyebabkan kekosongan dalam diri anak-anaknya dan perkembangan psikologis terlebih emosi anak-anaknya akan menjadi timpang.

Masalah kedua adalah kekerasan seksual yang dialami sejak usia yang sangat belia.
Trauma dari kekerasan seksual memang akan terus berbekas pada diri seseorang. 

Kedua masalah besar dalam hidupnya tersebut membuatnya lari ke kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan dan narkotika. Belum lagi kematian sahabat terdekatnya menjadi pukulan hebat bagi dirinya.

Belajar dari pengalaman hidup sang legendaris, setiap orang memiliki pengalaman traumatik. Bagaimana Ia keluar dari traumanya tersebut bukan semata-mata kemampuan dirinya untuk keluar dari pengalaman tersebut.  Orang yang memiliki trauma membutuhkan orang lain untuk membantunya menyelesaikan traumanya. Kenapa?  Karena seringkali trauma muncul karena Ia merasa bahwa kasih sayang yang Ia tierima tidak cukup atau bahkan tidak ada.  Maka semua orang yang ada disekitarnya perlu memberikan dukungan sepenuhnya dan memberikan kasih sayang yang tidak terbatas agar pengalaman traumatik tersebut perlahan dapat terkikis.
Memang sulit,  tetapi tidak ada trauma yang tidak dapat disembuhkan.  Asal kita tulus dan bersabar dengan semua prosesnya. Ini termasuk proses dijutekin,  dimarahin,  dijauhin,  disuruh pergi dari hidupnya dan semua hal yang ngga enak. Sebenarnya seseorang dengan pengalaman traumatik memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat rendah.  Hal tersebut muncul karena Ia sering merasa ditinggalkan dan diabaikan. Semakin lama Ia merasa diabaikan dan ditinggalkan,  semakin lama Ia terbiasa sendiri melawan semua traumanya semakin rendah konsep dirinya.  Saat kita terus berada disisinya dengan kasih sayang yang tak berbatas untuk membantunya keluar dari trauma tersebut. Yang pertama akan kita terima adalah penolakan yang terus menerus.

Apa yang harus kita lakukan?
Terima keadaannya tanpa syarat,  beri perhatian yang tulus, tetaplah disisinya dengan kasih sayang yang tak berbatas.  Sabar dengan proses penolakannya.  Beri kesempatan baginya membuktikan kemampuannya dalam banyak hal. Biarkan Ia berdamai dengan hatinya.  Beri kebebasan Ia mengeksplore dirinya. Biar dia melakukan semua hal positif yang Ia inginkan.  Dukung semua keputusannya. Beri ruang baginya untuk mengaktualisasikan dirinya. Kalo pun dia meminta kita menjauhinya atau bahkan Ia yang memutuskan pergi menjauhi kita. Saat Ia menyadari bahwa kita menyayanginya tanpa syarat dan tanpa batas,  Ia akan datang kembali kepada kita dengan keterbukaan hati yang lebih luas. 
Bukankah penerimaan tanpa syarat yang tulus dari hati akan langsung sampai ke hati walaupun awalnya seperti kaca buram yang tak terlihat jelas? Pelan memang, namun pasti akan terlihat jelas ketulusan dan kasih sayang itu sendiri. Karena nyaman tidak dapat dipilih datang dari siapa namun nyaman akan membuat seseorang menetap dalam hati dan hidup kita. ❤

Inti cerita dicuplik dari sini nii...
http://m.liputan6.com/showbiz/read/3030595/6-fakta-menyedihkan-dalam-hidup-chester-bennington

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...