Langsung ke konten utama

Postingan

His mates

"Kalo aku liat dari komen-komennya Radit di facebooknya Dewa,  keliatan banget kalo Radit itu sayang sama Dewa seperti ke adiknya.  Tapi Dewanya sering salah paham. " Kalimat itu akhirnya terucap dari bu Cahya mengomentari hubungan pertemanan antara dua orang yang sama-sama ia kenal dengan baik. Sambil sesekali meneguk teh hijau dihadapanku aku mulai mengomentari kalimat bu Cahya "Aku tahu, bu. Waktu wisuda juga aku kan ngobrol sama Radit.  Dari semua obrolan kami, aku bisa lihat kalo Radit itu memperlakukan Dewa kayak adiknya. Cuma memang gaya komunikasi mereka beda. Kalo Radit tuh ngapa-ngapain cepat,  sedangkan Dewa kan orangnya harus runut dan pelan-pelan.  Radit bilang kok ke aku,  bagaimana dia mengajarkan Dewa banyak hal. Dan aku yakin,  sekarang saat Dewa jauh dari kita semua, dia akan bisa menilai lebih jernih segala hal yang sudah dia lewati. Dewa juga pasti bisa melihat dengan lebih baik bagaimana semua orang disekelilingnya terutama Radit ...

For Ya!

Terus terngiang dalam benakku kalimat Vita bahwa Dewa memutuskan pergi dan ia ingin aku mencarinya.  Aku pernah berusaha menghubunginya namun rasanya percuma.  Aku juga tak pernah lupa bagaimana Dewa mengatakan padaku bahwa ia memang sengaja menjaga jarak karena banyak yang harus ia jaga perasaannya.  Berkali Vita mengatakan padaku bahwa Dewa sengaja melakukan itu agar aku cemburu dan merajuk padanya dan semua yang Dewa lakukan memang sudah ia rencanakan.  Berkali juga aku katakan pada Vita, bahwa saat ini Dewa tidak berusaha menunjukkan bagaimana perasaannya sebenarnya. --- Satu hal yang terkadang aku lupa,  aku tak dapat menilainya menggunakan kacamata orang lain.  Aku juga tak bisa menggunakan sepatu orang lain untuk memahami langkah yang ia ambil.  Aku juga tak dapat memahaminya dengan sudut pandang orang lain.  Aku hanya dapat menilainya dengan kacamataku,  memahami pemikirannya dengan caraku melihat hidup dan harapanku. Aku dapat mema...

Kamu di hatinya

"Gue tuh tahu Dewa dari masih bangor. Memang lu enggak nasehatin dia?  Ngapain coba dia touring-touring gitu.  Kerja cape-cape, uang tuh disimpen.  Ini malah buat kaya gituan.  Enggak ada gunanya. Gue tahu deh fisiknya dia.  Enggak akan kuat dia mah touring sampai enam bulan atau setahun.” Ucap Radit sambil memerhatikan keramaian wisudawan yang sedang melakukan sesi pemotretan di area photo booth. Sambil menemaninya mengatur antrean foto aku berusaha mendengarkan dengan seksama cerita yang Ia ungkapkan dan menjawab hati-hati pertanyaannya yang membuatku sedikit terkejut itu.  "Udah gue nasehatin kok tapi kan touring itu memang mimpinya Dewa.  Jadi kalo menurut gue, biar aja.  Nanti dalam perjalanan dia pasti belajar banyak.  Gue yakin dia bisa, gue yakin dia mampu. Dewa itu orangnya kan gigih, mas.  Mungkin touring nanti pada kenyataannya enggak selama yang dia targetkan, tapi biar aja dulu.  Dia cuma pengen membuktikan bahw...

Terlambat Mengetahui

Sambil menatapku lekat Vita berusaha menjelaskan secara singkat bagaimana perasaan Dewa melewati masalah antara aku dan dirinya dalam menyelesaikan project Buku Tahunan Sekolah pada tahun ini. “Perasaan dia dalem banget sama kamu tuh, nanti aku ceritakan semuanya ya. Menurutku dia begitu karena dia tidak pernah menerima perlakuan seperti yang kamu lakukan untuk dia, jadi dia kaget. Traumanya besar sekali. Tapi aku lihat dia memang ada rasa sama kamu tapi dia enggak berani ngakuin itu.  Dia enggak berani maju.  Dia berusaha nolak perasaannya.” Ujar Vita kepada aku sambil tersenyum penuh arti. Aku mendengarkan cerita yang hanya sekelumit dari Vita sambil menerka apa yang Dewa ceritakan kepada Vita tentangku. Kali ini aku mencoba untuk mengingat kembali konflik antara aku dan Dewa diakhir pekerjaan kami beberapa pekan sebelum akhirnya Buku Tahunan itu diantar ke sekolah. “Dan dia enggak tahu juga kan kalo aku setengah mati bingung dia kenapa, dan dia enggak tah...

SISI LAIN PLPG TAHAP I RAYON UHAMKA

Sepuluh hari bersama dengan 17 guru-guru BK yang hebat dalam PLPG Tahap 1 Rayon Uhamka adalah hari-hari dengan pengalaman yang menyenangkan. Berangkat bersama ibu Ratna Desniningsih dari SMA KOSGORO yang jadi teman pertama saya dalam PLPG ini. Cerita mengenai PLPG yang aku dengar dari teman-teman yang sudah melaksanakan sebelum tahap ini sempat membuatku bingung dan agak ciut. Belajar di kelas selama sejak pagi hingga petang, dan mengerjakan tugas pada malam harinya, akan dilakukan selama sepuluh hari masa PLPG. Belum lagi pretest dan postest yang akan dijalani sebelum dan sesudah PLPG. Ditambah lagi dengan banyaknya perangkat yang disarankan untuk dibawa, lengkap dengan media pembelajaran dan semua persiapannya termasuk membawa buku referensi,  printer dan ATK lengkap. Diakhiri dilanjutkan dengan Ujian Nasional yang menjadi tahap akhir ujian PLPG dan menentukan berhak tidaknya kami mendapatkan sertifikat sebagai guru yang profesional. Aku berpikir sebanyak apa pekerjaan yang har...

PENDIDIKAN dan LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) 2017

Program Latihan dan Pendidikan Guru (PLPG) adalah program pendidikan yang diadakan oleh pemerintah dan bertujuan untuk menyamakan kredibilitas guru di Indonesia dari sisi keilmuan dan pendapatan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mensejajarkan kualitas pendidikan Indonesia dengan negara-negara yang maju dalam bidang pendidikan. Program PLPG yang saya ikuti ini adalah PLPG Tahap I Rayon UHAMKA yang diadakan di Graha Insan Cita,  Depok,  Jawa Barat. PLPG ini dilaksanakan selama sepuluh hari terhitung sejak Rabu, 13 s.d. 23 September 2017. Sesi pembelajaran pada hari kedua dilaksanakan pada pukul 07.30 s.d. 14.30wib. Peserta yang mengikuti PLPG Tahap I ini adalah para guru Sekolah Dasar (SD) sebanya 120 orang,  guru Taman Kanak-Kanak sebanyak 19 orang, guru Matematika sebanyak 25 orang,  guru Bimbingan Konseling sebanyak 19 orang, dan guru Bahasa Inggris 25 orang. Kegiatan pertama dari rangkaian kegiatan PLPG Tahap I ini adalah kuliah umum mengenai " Tantangan Mew...

“MENGAPA SAYA HARUS MENULIS”

Menulis adalah kegiatan yang selalu saya lakukan setiap hari.  Untuk apa?  Awalnya hanya untuk mengisi buku harian. Buku harian pertama saya, bukan buku yang saya beli dalam kondisi kosong lalu saya isi dengan curhatan cinta monyet.  Melainkan buku yang ditulis dengan penuh cinta oleh kedua orang tua saya, tentang perkembangan saya sejak lahir sampai buku itu jadi kado ulang tahun ketiga belas bagi saya.    Bulan demi bulan dan tahun demi tahun saya jadi terbiasa menulis.  Yang awalnya hanya sekadar cerita keseharian saya sendiri kemudian berkembang menjadi kisah tentang beberapa orang yang berarti dalam hidup saya.    Tahun 2005, buku harian mulai saya tinggalkan karena saya lebih sering menulis dalam blog. Pada saat itu sekadar menceritakan bagaimana pekerjaan saya sebagai staf humas di salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat. Sayangnya beberapa kali dalam rentangan waktu yang panjang saya vakum dari menulis hingga pada tahun 2011 saya mulai m...

Kacang lupa kulitnya

Saat berada dalam kondisi terpuruk, Semisal saat kita baru saja kehilangan pekerjaan entah dengan cara mengundurkan diri atau diberhentikan dari pekerjaan, kita berharap ada orang lain yang bersedia membantu kita untuk keluar dari kondisi itu.  Jika beruntung maka kita akan dipertemukan oleh Allah dengan orang yang dengan tulus membantu kita hingga sedikit demi sedikit kita dapat keluar dari kondisi yang tidak menyenangkan kearah yang lebih baik. Dalam kondisi tidak stabil secara ekonomi,  yang biasanya terpikir oleh kita adalah melamar pekerjaan ditempat baru atau memulai usaha sendiri. Saat kita memutuskan untuk memulai usaha tentunya kita memerlukan bantuan dari orang lain berupa pesanan yang banyak atau jejaring yang besar. Apa yang dilakukan pihak yang menolong kita tersebut mungkin bukan hal yang besar menurut kita.  Namun,  besar kecilnya bantuan perlu diberi penghargaan dalam bentuk sesederhana apa pun. Anggap saja walaupun sekadar ucapan terima kasih dan ti...

Doakan (yang) Terbaik

Rasa bukan hanya tentang suka Karena bahagia bukan hanya karena berdua Tapi rasa adalah sesuatu yang dalam mengisi relung jiwa Tentang siapa yang ada di palung hati terdalam... Memang bukan perkara mudah kalo kita bicara soal hati dan perasaan. Saya dapat memahami apa yang dirasakan, yang dilewati dan yang ada dalam hati mereka masing-masing. Cerita ini adalah tentang dua orang yang pernah memiliki hubungan sangat dekat,  lalu saling berjauhan dan tetap saling menyimpan rasa suka dalam dirinya. Empat tahun terlewat,  keduanya tetap menyimpan rasa yang sama namun karena kesalahpahaman dan rasa malu mengakui perasaan keduanya menyimpan perasaan tersebut sambil terus berusaha mencari tahu bagaimana perasaan uang lain. Walopun salah satu berusaha ngelak dan bohong tentang perasaannya.  Dan satu pihak terus berusaha mencari orang yang lebih baik.  Namin keduanya tidak pernah menemukan orang yang benar-benar tepat dan berkenan dihati. Dan satu hal yang saya amati,...

LDR

Menghabiskan malam minggu dengan gadis cantik yang satu ini membuatku berpikir lagi dan lagi tentang kepercayaan,  komitmen dan keyakinan.  Vida-- biasanya kami memanggilnya begitu. Kalimat yang paling sering Ia katakan padaku adalah "Bu, dia tuh keliatan banget tau sikapnya. Caranya ngeliat ibu tuh yaaammmpuuuunnn" atau "ibu tuh selalu mikirin perasaan orang,  tapi ngga mikirin perasaan sendiri" atau "Kalo dia nanya ibu akan jawab apa? " dan kalimat terakhir Ia katakan dari setiap obrolan kami adalah "ibu mau kan nunggu? Aku aja nunggu selama 4 tahun ngga papa" Alfianto--baik,  ganteng,  sholih. A-good looking young man yang sudah memikat hatinya dan sempat menjadi pacarnya kuliah jauh di London.  Tidak berselang lama setelah Alfian kuliah di London hubungan Vida dan alfianto berakhir. Tak lama setelah hubungan mereka berakhir,  Alfian berpacaran dengan Carol.  Dan Vida berpacaran dengan Morello. Namun hubungan yang baru ini pun tidak bertahan...