Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah.
Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan."
Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk, belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, padahal coba deh jika kita--sebagai guru-- ada dalam posisi siswa tersebut, tentu kita ingin ketika datang kesekolah kita disambut dengan senyum manis dan disapa "selamat pagi, bagaimana kabar hari ini?"
Sedikit berbagi ni, ilmu yang saya dapat dari seminar nasional di MAN Insan Cendekia, Serpong dua hari kemarin. Konselor harus memiliki karakter:
Santun
Menawan
Impression
Loyal
Enjoy
Ngga cuma itu, konselor juga harus kreatif, produktif, rapi mengerjakan semua administrasi BK.
Memang bukan hal mudah melakukan semua itu--apalagi setelah mendengarkan curhat yang macam-macam dari para siswa, jam kerja yang terbatas, masalah yang ada pada diri konselor itu sendiri , tetapi bukan hal yang mustahil untuk dicoba. Bukankah yang penting adalah memberikan pelayanan terbaik sehingga siswa dapat menemukan jati dirinya, dapat mencapai semua cita-citanya. Bukankah perhatian yang penuh untuk siswa akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan mereka secara psikis, dan jika sudah berkembang dengan baik secara psikis siswa akan memiliki semangat untuk belajar serius, meniru sikap yang dicontohkan. Jika demikian, akhirnya siswa pun akan belajar untuk menjadi lebih baik..
Insya Allah.....
Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan."
Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk, belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, padahal coba deh jika kita--sebagai guru-- ada dalam posisi siswa tersebut, tentu kita ingin ketika datang kesekolah kita disambut dengan senyum manis dan disapa "selamat pagi, bagaimana kabar hari ini?"
Sedikit berbagi ni, ilmu yang saya dapat dari seminar nasional di MAN Insan Cendekia, Serpong dua hari kemarin. Konselor harus memiliki karakter:
Santun
Menawan
Impression
Loyal
Enjoy
Ngga cuma itu, konselor juga harus kreatif, produktif, rapi mengerjakan semua administrasi BK.
Memang bukan hal mudah melakukan semua itu--apalagi setelah mendengarkan curhat yang macam-macam dari para siswa, jam kerja yang terbatas, masalah yang ada pada diri konselor itu sendiri , tetapi bukan hal yang mustahil untuk dicoba. Bukankah yang penting adalah memberikan pelayanan terbaik sehingga siswa dapat menemukan jati dirinya, dapat mencapai semua cita-citanya. Bukankah perhatian yang penuh untuk siswa akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan mereka secara psikis, dan jika sudah berkembang dengan baik secara psikis siswa akan memiliki semangat untuk belajar serius, meniru sikap yang dicontohkan. Jika demikian, akhirnya siswa pun akan belajar untuk menjadi lebih baik..
Insya Allah.....
Komentar