Siska Ramadhania...
Knowing her as an intelegent, diligent, hardworking and having good analytic skill.
Knowing her as an intelegent, diligent, hardworking and having good analytic skill.
Siska Ramadhania --Sisi-- bukan
hanya cerdas secara akademik karena kemauan yang keras untuk belajar dan rajin
bertanya. Saskia juga pengamat yang baik dalam menghadapi suatu masalah dalam
lingkungan atau arena kerja yang Ia masuki. Kemampuannya membuat suatu konsep
kegiatan membuktikan kemampuannya menterjemahkan hasil pengamatan yang Ia
analisi dan selanjutnya dituangkan dalam proposal kegiatan. Sayangnya kemampuan
Sisi dalam membuat konsep kegiatan atau merincikan suatu ide besar kadang
terhambat karena Ia tidak yakin akan kemampuan berpikirnya.
Kebiasaannya mengamati
rangkaian kejadian dan menyimak setiap detil percakapan dan diskusi-diskusi
semakin mempertajam kemampuannya mengalisis masalah yang ada disekelilingnya.
Kemampuannya berpikir secara
mendalam juga membantunya menemukan solusi masalah secara tajam dan langsung
pada inti permasalahan. Walaupun kadang Sisi kadang lama dlm membuat
keputusan atau menentukan solusi krn Ia memerlukan waktu lama dlm berpikir.
Sisi selalu ingin menyelesaikan
tugas dengan sempurna. Sisi juga selalu berusaha terlihat kuat jika Ia
menghadapi tantangan atau permasalahan. Ia tidak akan menyatakan
ketidakmampuannya sebelum seseorang menyadarkan dan memaksanya untuk mengakui
bahwa Ia harus mengakui keterbatasan yang Ia miliki.
Terlahir sebagai anak pertama
dari tiga bersaudara tentunya membuat ekspektasi dan tuntutan keluarga serta
lingkungan akan perkembangan dan prestasi yang tinggi menjadi tekanan
terbesar baginya. Hal ini membuat Sisi selalu membuat target yang tinggi untuk
dirinya. Sayangnya, kadang target itu justru membuatnya semakin
tertekan dan putus asa. Jika sudah demikian Ia seringkali berpikir
negatif atau menjadi orang yang khawatir akan hasil yang akan Ia capai (baca:
overthinking).
Belum mampu memahami sepenuhnya
harapan orang tua yang menjadi penopang utama dlm hidupnya juga kadang
menimbulkan salah paham kecil dalam komunikasinya dengan orang tua terutama
ibu. Communication gap antara Sisi dan ibu seringkali membuatnya khawatir
bahwa pesan yang ingin Ia sampaikan akan ditanggapi kurang tepat oleh ibunya.
Sebagai anak pertama, Sisi
cukup dewasa menghadapi permasalahan, harapan dan tuntutan. Ia
membuktikan kemampuannya memanage diri terbukti dengan prestasi-prestasi yang
Ia raih.
Sejak kelas X sampai dengan menyelesaikan pendidikannya di SMA Bina Insani, Sisi selalu menunjukkan progress yang sangat pesat. Prestasi yang sangat baik Ia torwhkan diakhir masa SMA nya, yaitu terpilih sebagai wisudawan terbaik--suatu prestasi yang membuat orang tuanya sangat bangga kepadanya. Preatasi yang Ia capai tersebut meliputi akhlaq yang baik, prestasi akademik yang tinggi, selalu mentaati peraturan dan aktif dalam organisasi siswa serta perlombaan yang membaqa nama sekolah.
Sejak kelas X sampai dengan menyelesaikan pendidikannya di SMA Bina Insani, Sisi selalu menunjukkan progress yang sangat pesat. Prestasi yang sangat baik Ia torwhkan diakhir masa SMA nya, yaitu terpilih sebagai wisudawan terbaik--suatu prestasi yang membuat orang tuanya sangat bangga kepadanya. Preatasi yang Ia capai tersebut meliputi akhlaq yang baik, prestasi akademik yang tinggi, selalu mentaati peraturan dan aktif dalam organisasi siswa serta perlombaan yang membaqa nama sekolah.
Namun tak ada gading yang tak
retak, sekali dua dalam menghadapi tekanan dan permasalahan Sisi harus
merasakan kegagalan. Baginya bangkit dari kegagalan bukan hal
sulit. Namun kebiasaannya overthinking dan berpikir negatif seringkali
menjadi hambatan Ia bangkit dengan cepat dr kegagalan. Sebaliknya selalu
membawanya lebih terpuruk dan menjadi pesimis
Yang perlu Ia perhatikan
adalah, setiap kali kegagalan itu datang selalu ada orang-orang yang siap
membantu dan mendampinginya bangkit. Just like cheerleader...
Sisi sering terlambat menyadari
bahwa orang-orang yang ada disekelilingnya adalah penopang terbesar saat Ia
gagal.
Komentar