Langsung ke konten utama

Jangan Overthinking!

Siska Ramadhania... 
Knowing her as an intelegent,  diligent,  hardworking and having good analytic skill.
Siska Ramadhania --Sisi-- bukan hanya cerdas secara akademik karena kemauan yang keras untuk belajar dan rajin bertanya. Saskia juga pengamat yang baik dalam menghadapi suatu masalah dalam lingkungan atau arena kerja yang Ia masuki. Kemampuannya membuat suatu konsep kegiatan membuktikan kemampuannya menterjemahkan hasil pengamatan yang Ia analisi dan selanjutnya dituangkan dalam proposal kegiatan. Sayangnya kemampuan Sisi dalam membuat konsep kegiatan atau merincikan suatu ide besar kadang terhambat karena Ia tidak yakin akan kemampuan berpikirnya.
Kebiasaannya mengamati rangkaian kejadian dan menyimak setiap detil percakapan dan diskusi-diskusi semakin mempertajam kemampuannya mengalisis masalah yang ada disekelilingnya.
Kemampuannya berpikir secara mendalam juga membantunya menemukan solusi masalah secara tajam dan langsung pada inti permasalahan.  Walaupun kadang Sisi kadang lama dlm membuat keputusan atau menentukan solusi krn Ia memerlukan waktu lama dlm berpikir.
Sisi selalu ingin menyelesaikan tugas dengan sempurna. Sisi juga selalu berusaha terlihat kuat jika Ia menghadapi tantangan atau permasalahan. Ia tidak akan menyatakan ketidakmampuannya sebelum seseorang menyadarkan dan memaksanya untuk mengakui bahwa Ia harus mengakui keterbatasan yang Ia miliki.
Terlahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara tentunya membuat ekspektasi dan tuntutan keluarga serta lingkungan akan perkembangan dan prestasi yang tinggi  menjadi tekanan terbesar baginya. Hal ini membuat Sisi selalu membuat target yang tinggi untuk dirinya.  Sayangnya,  kadang target itu justru membuatnya semakin tertekan dan putus asa.  Jika sudah demikian Ia seringkali berpikir negatif atau menjadi orang yang khawatir akan hasil yang akan Ia capai (baca: overthinking).
Belum mampu memahami sepenuhnya harapan orang tua yang menjadi penopang utama dlm hidupnya juga kadang menimbulkan salah paham kecil dalam komunikasinya dengan orang tua terutama ibu.  Communication gap antara Sisi dan ibu seringkali membuatnya khawatir bahwa pesan yang ingin Ia sampaikan akan ditanggapi kurang tepat oleh ibunya.
Sebagai anak pertama,  Sisi cukup dewasa menghadapi permasalahan,  harapan dan tuntutan. Ia membuktikan kemampuannya memanage diri terbukti dengan prestasi-prestasi yang Ia raih.
Sejak kelas X sampai dengan menyelesaikan pendidikannya di SMA Bina Insani,  Sisi selalu menunjukkan progress yang sangat pesat. Prestasi yang sangat baik Ia torwhkan diakhir masa SMA nya,  yaitu terpilih sebagai wisudawan terbaik--suatu prestasi yang membuat orang tuanya sangat bangga kepadanya. Preatasi yang Ia capai tersebut meliputi akhlaq yang baik,  prestasi akademik yang tinggi, selalu mentaati peraturan dan aktif dalam organisasi siswa serta perlombaan yang membaqa nama sekolah.
Namun tak ada gading yang tak retak,  sekali dua dalam menghadapi tekanan dan permasalahan Sisi harus merasakan kegagalan.  Baginya bangkit dari kegagalan bukan hal sulit.  Namun kebiasaannya overthinking dan berpikir negatif seringkali menjadi hambatan Ia bangkit dengan cepat dr kegagalan. Sebaliknya selalu membawanya lebih terpuruk dan menjadi pesimis
Yang perlu Ia perhatikan adalah,  setiap kali kegagalan itu datang selalu ada orang-orang yang siap membantu dan mendampinginya bangkit.  Just like cheerleader... 
Sisi sering terlambat menyadari bahwa orang-orang yang ada disekelilingnya adalah penopang terbesar saat Ia gagal. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...