Belum lama ini saya menyelesaikan salah satu pekerjaan saya diakhir tahun pelajaran yaitu, membagi penjurusan kelas X ke kelas XI. Cara saya menentukan jurusan yang akan dimasuki oleh siswa adalah dari hasil angket minat, disandingkan dengan hasil psikotes dan nilai capaian pada mapel jurusan IPA dan IPS. Syarat untuk masuk ke jurusan IPA adalah, semua mata pelajaran IPA nilai siswa minimal mencapai KKM demikian pula bagi siswa yang ingin masuk ke jurusan IPS. Setelah data pembagian jurusan berdasarkan minat dan hasil psikotes saya selesaikan, maka akan dibahas dalam rapat guru. Disaat itu akan dilihat bagaimana capaian nilai siswa pada setiap mata pelajaran jurusan yang ditujunya.
Dari total sekian puluh siswa yang ada di kelas X sekolah ini, ada 3 siswa yang ingin melakukan pindah jurusan dari IPS ke IPA. satu orang tidak ada kendala karena nilainya semua tuntas, baik di jurusan IPA maupun IPS. Namun 2 siswa yang lain agak terganjal karena pada salah satu mata pelajaran jurusan IPA mereka tidak tuntas.
Apakah masalah bagi para guru mata pelajaran IPA jika siswa tersebut saya pindahkan begitu saja?
Tentunya tidak ada masalah berarti ketika siswa dengan nilai yang nilainya tidak tuntas dimasukkan ke jurusan yang Ia inginkan. Misalnya dari IPS ke IPA. Tetapi, bertahun saya mengamati siswa tersebut biasanya akan kesulitan mengikuti pembelajaran di jurusan yang Ia pilih. Seringkali bukan karena siswa tidak mampu, nemun kebiasaan pola belajar yang tidak berubah dari kelas rendah di kelas yang lebih tinggi menyulitkan Ia untuk mengikuti pembelajaran dengan lancar.
"Saya ngga minat di IPS, bu. Saya nanti mau kerja di perminyakan. Mau masuk Teknik Perminyakan. Jadi harus masuk IPA." Kalimat ini paling sering saya dengar dari siswa saat mereka ada di kelas X. Saat sudah dikelas XI dan XII mereka biasanya mengatakan hal yang bertentangan "Bu, ternyata ngga enak ya IPA. ngitung melulu. Saya ngga jadi ah ambil perminyakan. Mau komunikasi aja, yang ngga ada matematikanya."
*ngga konsisten ya 😃
Apa sih MINAT? coba deh klik link yanga da di kata itu... Lalu, apa KEINGINAN? coba klik lagi deh link nya...
Banyak salah pemahaman tentang minat dan keinginan dikalangan para remaja. Minat dalam pemilihan jurusan dan karir membutuhkan motivasi yang besar dan konsistensi. Remaja dalam usia yang masih labil seringkali belum dapat membedakan keinginan dengan minat. Ingin masuk teknik, bukam berarti benar bahwa minatnya di bidang tersebut. karena minat biasanya akan diikuti oleh semangat dan kegigihan untuk mencapai goals yang menjadi targetnya.
Banyak siswa sering menyesal mengikuti keinginannya masuk ke jurusan IPA jika hanya mengandalkan keinginan akan bekerja di bidang tertentu. Saya pikir perlu ada kesamaan pemahaman anatara orang tua dan guru mengenai minat putra-putrinya yang sudah masuk dalam usia remaja. Karena diusia tersebut biasanya remaja dalam puncak kebingunan menentukan arah masa depannya.
Dari total sekian puluh siswa yang ada di kelas X sekolah ini, ada 3 siswa yang ingin melakukan pindah jurusan dari IPS ke IPA. satu orang tidak ada kendala karena nilainya semua tuntas, baik di jurusan IPA maupun IPS. Namun 2 siswa yang lain agak terganjal karena pada salah satu mata pelajaran jurusan IPA mereka tidak tuntas.
Apakah masalah bagi para guru mata pelajaran IPA jika siswa tersebut saya pindahkan begitu saja?
Tentunya tidak ada masalah berarti ketika siswa dengan nilai yang nilainya tidak tuntas dimasukkan ke jurusan yang Ia inginkan. Misalnya dari IPS ke IPA. Tetapi, bertahun saya mengamati siswa tersebut biasanya akan kesulitan mengikuti pembelajaran di jurusan yang Ia pilih. Seringkali bukan karena siswa tidak mampu, nemun kebiasaan pola belajar yang tidak berubah dari kelas rendah di kelas yang lebih tinggi menyulitkan Ia untuk mengikuti pembelajaran dengan lancar.
"Saya ngga minat di IPS, bu. Saya nanti mau kerja di perminyakan. Mau masuk Teknik Perminyakan. Jadi harus masuk IPA." Kalimat ini paling sering saya dengar dari siswa saat mereka ada di kelas X. Saat sudah dikelas XI dan XII mereka biasanya mengatakan hal yang bertentangan "Bu, ternyata ngga enak ya IPA. ngitung melulu. Saya ngga jadi ah ambil perminyakan. Mau komunikasi aja, yang ngga ada matematikanya."
*ngga konsisten ya 😃
Apa sih MINAT? coba deh klik link yanga da di kata itu... Lalu, apa KEINGINAN? coba klik lagi deh link nya...
Banyak salah pemahaman tentang minat dan keinginan dikalangan para remaja. Minat dalam pemilihan jurusan dan karir membutuhkan motivasi yang besar dan konsistensi. Remaja dalam usia yang masih labil seringkali belum dapat membedakan keinginan dengan minat. Ingin masuk teknik, bukam berarti benar bahwa minatnya di bidang tersebut. karena minat biasanya akan diikuti oleh semangat dan kegigihan untuk mencapai goals yang menjadi targetnya.
Banyak siswa sering menyesal mengikuti keinginannya masuk ke jurusan IPA jika hanya mengandalkan keinginan akan bekerja di bidang tertentu. Saya pikir perlu ada kesamaan pemahaman anatara orang tua dan guru mengenai minat putra-putrinya yang sudah masuk dalam usia remaja. Karena diusia tersebut biasanya remaja dalam puncak kebingunan menentukan arah masa depannya.
Komentar