Hari ini ngajar Fajar lagi, semakin hebat dia membaca. Fajar sudah mampu merangkai huruf dua-dua. Masih perlu bantuan mengeja suku kata 3 huruf, misalnya "lem, nga, nya, eng", atau suku kata empat huruf, misalnya "bang, ping." Tetapi saya pikir itu hal yang biasa terjadi pada masa-masa awal belajar membaca.
Fajar juga semakin rapi mewarnai dan semakin menunjukkan disiplin diri. Ketika saya datang, Fajar langsung mematikan komputernya, dan bertanya "kita belajar apa sekarang, bu?'" sambil duduk dihadapan saya dan bersiap-siap belajar.
Sore harinya saya, seperti hari minggu biasanya.. mengajar anak-anak kelas 1 dan 2 SD belajar Bahasa Inggris dan matematika di rumah.
Nah, kalo kelas di rumah ini lebih seru.
Sesi pertama, kelas 1 terdiri dari 4 orang anak--Rayyan, Tita, Rian dan Nindi-- kemampuannya beragam.
Rayyan dan Tita memiliki kemampuan yang sama, kecepatan kerjanya juga sama, Namun, seperti pada umumnya anak perempuan, Tita memiliki kemampuan verbal lebih baik daripada Rayyan. Dan Rayyan, lebih baik dalam math logic.
Lain lagi dengan Rian, sebenarnya kemampuannya hampir sama dengan kedua temannya namun, Rian kadang masih belum fokus mengerjakan tugasnya. Rian adalah tipe anak kinestetik.. jadi selalu kelihatan ga mau diem. But actually he's smart!
Ada lagi Nindi...She's friendly, beautiful dan Nindi tipe yang suka bercerita. Dalam math logic, kemampuan Nindi berbeda dengan teman-temannya.
Sesi kedua, kelas 2. Terdiri dari Via dan Jundan...
Kelas ini walopun cuma terdiri dari 2 orang, tapi ga kalah serunya...
Via, adalah anak yang cerdas, mau belajar, dan selalu ingin tau. Kayanya kalo belajar sebentar tu ga cukup.
Jundan, pada dasarnya anak yang lucu dan polos--mungkin karena usianya yang belum matang-- seringkali terlihat kurang memahami materi dan kurang bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas dengan cepat.
Hari ini dua kelas itu sempat saya gabung, karena saya ingin tau kemampuan mereka secara global. Saya pun ingin tau apakah anak-anak ini mau berkompetisi untuk menyelesaikan tugas yang saya berikan.
Ternyata, anak-anak yang selama ini saya pandang cerdas, dapat cepat menyelesaikan tugas dengan cepat. Tidak selalu memiliki jiwa kompetitif.
Duh, Indonesia banget ya??
Dari kecil mereka selalu dituruti kemauannya. Untuk menyelesaikan soal dan permainan yang mengandung sedikit tantangan aja mereka udah ga mau. Gimana kalo udah besar??
Fajar juga semakin rapi mewarnai dan semakin menunjukkan disiplin diri. Ketika saya datang, Fajar langsung mematikan komputernya, dan bertanya "kita belajar apa sekarang, bu?'" sambil duduk dihadapan saya dan bersiap-siap belajar.
Sore harinya saya, seperti hari minggu biasanya.. mengajar anak-anak kelas 1 dan 2 SD belajar Bahasa Inggris dan matematika di rumah.
Nah, kalo kelas di rumah ini lebih seru.
Sesi pertama, kelas 1 terdiri dari 4 orang anak--Rayyan, Tita, Rian dan Nindi-- kemampuannya beragam.
Rayyan dan Tita memiliki kemampuan yang sama, kecepatan kerjanya juga sama, Namun, seperti pada umumnya anak perempuan, Tita memiliki kemampuan verbal lebih baik daripada Rayyan. Dan Rayyan, lebih baik dalam math logic.
Lain lagi dengan Rian, sebenarnya kemampuannya hampir sama dengan kedua temannya namun, Rian kadang masih belum fokus mengerjakan tugasnya. Rian adalah tipe anak kinestetik.. jadi selalu kelihatan ga mau diem. But actually he's smart!
Ada lagi Nindi...She's friendly, beautiful dan Nindi tipe yang suka bercerita. Dalam math logic, kemampuan Nindi berbeda dengan teman-temannya.
Sesi kedua, kelas 2. Terdiri dari Via dan Jundan...
Kelas ini walopun cuma terdiri dari 2 orang, tapi ga kalah serunya...
Via, adalah anak yang cerdas, mau belajar, dan selalu ingin tau. Kayanya kalo belajar sebentar tu ga cukup.
Jundan, pada dasarnya anak yang lucu dan polos--mungkin karena usianya yang belum matang-- seringkali terlihat kurang memahami materi dan kurang bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas dengan cepat.
Hari ini dua kelas itu sempat saya gabung, karena saya ingin tau kemampuan mereka secara global. Saya pun ingin tau apakah anak-anak ini mau berkompetisi untuk menyelesaikan tugas yang saya berikan.
Ternyata, anak-anak yang selama ini saya pandang cerdas, dapat cepat menyelesaikan tugas dengan cepat. Tidak selalu memiliki jiwa kompetitif.
Duh, Indonesia banget ya??
Dari kecil mereka selalu dituruti kemauannya. Untuk menyelesaikan soal dan permainan yang mengandung sedikit tantangan aja mereka udah ga mau. Gimana kalo udah besar??
Komentar