Langsung ke konten utama

Berbekam

Kemarin saya ke Jakarta (lagi) dengan tujuan mengantar sepupu berbekam. Tapi karena sepupu saya "tiwil" masih agak takut karena belum pernah berbekam jadilah saya yang dibekam pertama...
Dan kemarin adalah untuk ketiga kalinya saya dibekam..
Tadinya sih saya kira akan sama aja dengan pengalaman saya berbekam sebelumnya,

Pengalaman pertama, darahnya ga keluar banyak tapi udahannya badan enteng banget....

Pengalaman kedua, darahnya "ngucuuuurrrr buanyyyyyaaaak" udahannya lemeeeessssss.....
dan waktu bekam kepala , Subhanallah...darah yang keluar tu kata yang bekam kaya luapan lumpur lapindo, meletup2..
padahal kan Rasul berpesan "Berbekamlah kamu, jangan tunggu sampai darahmu mendidih"



Nah kalo yang ketiga kemarin, bekam ketiga.. darahnya sih masih ngucur terus, karena katanya semakin sering berbekam maka darah kotor akan semakin lancara keluar...
tapi saktu bekam kepala, waaahhh...darah keluarnya ga banyak tapi saya muntah-muntah terus sampe lemes...

Kalo ditanya kenapa saya berbekam, sebetulnya tadinya coba-coba. Selain Bekam adalah pengobatan yang disarankan oleh Rasul, dan juga pernah dipesankan malaikat pada Rasul..
misalnya ketika rasul di Isra'kan dan melewati sekumpulan malaikat, para malaikat itu berpesan "Perintahkanlah ummat mu untuk berbekam"
juga karena beberapa teman bilang "enak tau, Ndah..seger deh badan"
Awalnya sih mikir-mikir "ngeri" proses bekam itu kan di kop pake alat, terus badan di tusuk-tusuk jarum..
sakit ga, ya?? bekasnya gimana, kalo liat temen kok sampe ungu??
ternyata setelah dijalani sendiri, wah..enak banget..
badan jadi enteng, saya yang tadinya sering pusing jadi ngga pusing-pusing lagi. Kalo haid tadinya perust suka sakit, sekarang ngga lagi. Dan satu hal yang saya rasakan sangat adalah... saya semakin "positif thingking"
Yang jelas banyak sekali hal kurang baik yang berubah secara saya sadari maupun tidak.

Buat yang belum mencoba bekam, boleh dicoba ni... alamatnya bisa di cek disini
atau pastinya banyak di lingkungan kita sekarang ini orang yang buka praktek bekam, atau sekedarr punya alat bekam. Tapi saya sarankan, sebaiknya datang ke klinik atau ahli bekam yang juga bisa meruqyah, karena hasilnya akan semakin memuaskan..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...