Langsung ke konten utama

Postingan

25032014

Belajar lagi.. Saya belajar membiasakan diri untuk rutin membaca lagi. Setelah seharian saya berkutat dengan pekerjaan, mulai dari merapikan berkas2 (hal ini menghabiskan setengah jam kerja saya), dilanjutkan dengan membuat laporan, lalu berkirim email dengan pihak universitas. Hingga konsultasi dengan para wali kelas mengenai permasalahan yang terjadi di kelasnya masing2. Selesai dengan semua pekerjaan, saya mulai membuka lagi teori2 konseling untuk refresh pengetahuan dan ingatan saya. Ga hanya itu saja, seharian dari jam ke jam saya belajar banyak dalam menghadapi setiap hal yg terjadi pada murid2 saya. Setiap celotehan dan perilaku yang mereka tampakkan.....

Think think think.....

Hmmmm.... lamaaaaaa banget saya ngga nulis. Sebetulnya bisa saja saya menyempatkan diri untuk menulis walaupun sebentar dan hanya satu paragraf. Tapi beribu alasan saya endapkan dalam benak untuk mendukung rasa malas saya. Ada saja alasan yang saya buat untuk mendukung kemalasan saya. Mulai dari banyak kerjaan, ada siswa konsultasi, mau ke kantin, ada urusan penting, ngantuk sampai dengan lahi ngobrol sama mama... hahahahaha... padahal kalo aja saya mau sedikit memberikan ruang untuk jari jemari saya ketak ketik di sini tentunya banyak sekali hal yang bisa saya ceritakan. Kadang saya juga bingung apa dulu yang akan saya ceritakan disini.. terlalu banyak cerita yang saya lihat dan pelajari dalam keseharian saya. Mulai dari celotehan murid-murid saya yang usil sampai dengan pertemuan saya yang hanya sesekali dengan kakek tukang kerupuk warna-warni yang membuat saya selalu bersyukur untuk rangkaian cerita hidup yang Allah SWT takdirkan untuk saya... ciyeeee.... Kenapa coba saya menulis ...

Renovasi Rumah

Setelah 9 tahun mendiami rumah ini, kami--tepatnya sih mama yang semangat mau renovasi rumah. Dan seperti dulu ketika kami pertama membangun rumah ini, mama minta saya untuk mengurus detail. Mulai dari mencatat prioritas bagian rumah yang perlu diperbaiki sampai dengan pergi ke toko material untuk membeli bahan2 bangunan yang kami perlukan. Ini bedanya, ketika pertama membangun rumah ini kami memyerahkan kepada pihak pemborong urusan belanja material, sedangkan sekarang saya bersama pemborong yang sama datang dan memilih langsung barang yang akan kami. Banyak yang saya pelajari ketika datang ke material dan memilih bahan-bahan bangunan yang akan digunakan. Misalnya saat saya memilih cat tembok yang akan saya gunakan. Dari mas sales cat saya belajar bahwa secara umum kualitas cat dibagi menjadi dan yaitu kualitas premoum dan medium. Yang membedakan adalah masing-masing cat itu menggunakan teknologi yang mutakhir atau tidak. cat dengan kualitas medium biasanya menggunakan teknologi yang...

SNM and SBM

Bulan Mei ini siswa-siswa saya masih sibuk mengurus pendaftaran kuliah terutama pendaftaran ke Perguruan Tinggi Negeri.  Setelah jalur seleksi nilai raport yang dilaksanakan selama bulan Januari sampai dengan Maret 2013, bulan Mei ini adalah waktunya pendaftaran tes ujian tulis masuk ke PTN. Seleksi Masuk Perguruan Tinggi melalui jalur seleksi raport dilakukan secara nasional dan disebut SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) Sedangkan untuk seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur tulis disebut SBMPTN  (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang tidak lagi dilakukan secara nasonal

Kongres Nasional MGBK 2012

Hari Jumat sampai dengan Hari Minggu pekan kemarin saya mengikuti Kongres Nasional MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling) yang dalam kegiatan tersebut diadakan seminar dan workshop. Saya memang lebih memilih workshop dan seminar disamping saya memang bukan pengurus MGBK..hehe... Kongres--terutama seminar dan workshopnya diikuti oleh lebih dari 450 orang peserta dari 21 provinsi di Indonesia. Jumlah yang sangat banyak untuk suatu acara guru BK. Banyak sekali ilmu dan hal menarik yang saya dapati disana.... terutama share pengalaman, refresh lagi pengetahuan tentang konseling--teori, praktek, dan aplikasinya. Ada lebihd ari 6 macam workshop yang dilaksanakan secara paralel, misalnya saja: brain gym, kemitraan, pengembangan diri, peningkatan kinerja guru (PKG), Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK), dan masih banyak lagi....

Mitra Netra dalam Kenangan

Yayasan Mitra Netra adalah sebuah lembaga nirlaba yang bergerak dibidang pendidikan dan pengembangan tunanetra... Itu kalimat yang masih melekat dalam ingatan saya. Kalimat itu dulu seringkali saya ulang-ulang ketika menjelaskan pada tamu, relawan atau pers yang datang ke kantor kami, Yayasan Mira Netra Belakangan saya mendapat kabar bahwa lembaga tersebut mengalami masalah yang serius, terutama dalam masalah pendanaan, dan sebagai imbasnya ada banyak teman-teman yang sudah mulai dirumahkan. Hal yang disayangkan adalah, beberapa dari yang dirumahkan tersebut adalah para tunanetra yang menurut kacamata awam akan lebih sulit mendapatkan pekerjaan jika dibandingkan dengan teman-teman yang berpenglihatan (normal). Pada awalnya banyak pertanyaan yang ingin saya ungkapkan, tetapi saya pikir daripada saya banyak bertanya mengenai alasan kenapa masalah tersebut muncul, siapa penyebabnya, sudah berapa lama atau apa lah pertanyaan yang lain.. Lebih baik saya berpikir apa yang dapat saya laku...

Teachers' workshop

Hari ini workshop guru SMA Bina Insani Bogor hari pertama.... Payahnya, saya datang pas banget workshop mulai...huuhuhuhuhu setelah beberapa acara pembuka maka, setiap guru diberikan soal pre test, dan hasilnya hanya sedikit yang mendapat skor diatas 60..hehehe Kegiatan selanjutnya adalah, menulis essai mengenai peningkatan kualitas siswa sesuai MP yang diajarkan.. dan saya menulis ini.... ESSAI MENGOPTIMALKAN  KEMAMPUAN SISWA KELAS X SMA BINA INSANI BOGOR MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK, KONSELING KELOMPOK (Indah Intantila, S.Pd) Siswa merupakan stakeholder atau ujung tombak suatu lembaga pendidikan.keberhasilan siswa terkait erat dengan kompetensi dan kemampuan para guru yang sering berfungsi ganda. Guru sebagai individu yang mentransfer ilmu kepada siswa dan sebagai individu yang biasanya lebih matang secara sosioemosi—diharapkan dapat memberikan contoh dan pemahaman yang akan membantu siswa berkembang secara optimal baik dari sisi pribadi, sosial, belajar dan karir. Kematang...

Remedial teaching

Pagi tadi mulai ada jadwal remedial teaching buat mereka yang nilai UAS nya dibawah standar.. Masya Allah.... dari pagi sampai siang siswa sibuk banget cari guru, nanya nilai, diajak remedial atau maksa mau remedial, atau sekedar bertanya mereka remedial atau ngga... Lucu juga melihat ABG2 itu sibuk bu seolak-balik dari kelas ke ruang guru atau duduk-duduk di lobby sekolah sambil "menyalin" modul teman yang sudah terisi.. Alih-alih menyelesaikan tugas di awal waktu, mereka malah sibuk menyelesaikannya ketika tahu nilai mereka untuk raport semester 1 kemungkinan akan kurang., Padahal, coba kalau mereka menyelesaikannya tepat waktu, tentu sekarang merekaga perlu terlalu sibuk seperti tadi,.. jadi ingat sama nasyid dari negeri jiran. Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, muda sebelum tua, hidup sebelum mati.. mungkin untuk murid-murid saya tercinta ditambah.. belajar sebelum remedial..hehe :P

UAS

Baru aja selesai UAS (Ulangan Akhir Semester)... Buat kelas XII, UAS sekarang nilainya jadi pertimbangan juga buat ikutan SNMPTN undangan. Sayangnya, karena keingian untuk masuk dalam list siswa yang terdaftar dalam SNMPTN undangan akhirnya membuat banyak sekali siswa yang menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan nilai yang baik. Salah satunya dengan cara mencontek ... Sejak masuk kelas sampe mau keluar kelas, yang dilakukan adalah nanya teman mencocokkan jawaban atau bertanya rumus atau cara menyelesaikan perhitungan matematik atau ilmu pasti lain nya.. Ketika diberitahu bahwa ketika nanti mengikuti SNMPTN tulis soal akan lebih sulit dan pengawasan akan lebih ketat, siswa justru mengatakan "STOP TALKING DEH, BU!!" Wajar memang jika setiap orang ingin mendapatkan yang terbaik, ingin kuliah di universitas favorit. Tapi tentunya tujuan-tujuan dan harapan-harapan terbaik itu harus juga dicapai dengan cara yang baik... Menurut saya, ketika kita membiasakan diri me...

Mau kuliah dimana????

Belakangan ini sekali pertanyaan itu diucapkan dohadapanku oleh siswa - siswi ku yang kata mereka "aku lagi galau ni, buuuuuu..." Lucu deh kalau melihat ekspresi bingung mereka. Memang saat duduk dibangku terakhir SMA sering seseorang bingung akan kemana setelah itu. Aku selalu bilang pada murid-muridku, jika kuliah yang pertama harus dipastikan adalah MINAT, orang yang tidak memahami minatnya akan bingung. Jika sudah, tinggal meetapkan akan seperti apa bekerja nanti. Mau jadi apa, mau jadi orang yang bagaimana.. Mayoritas biasanya orang ingin sekali masuk UI, tanpa mengukur kemampuan. Jadi setelah mengetahui minat, kita perlu mengukur kemampuan diri. Jika kiranya tidak dapat bersaing dengan pelajar yang sama-sama ingin masuk UI, maka aku menyarankan pilihlah jurusan yang sama di Universitas negeri yang gradenya lebih rendah daipada UI. Ingat pula untuk bertanya pada orang tua mengenai budget yang disediakan untuk sekolah kita...