Hari ini workshop guru SMA Bina Insani Bogor hari pertama....
Payahnya, saya datang pas banget workshop mulai...huuhuhuhuhu
setelah beberapa acara pembuka maka, setiap guru diberikan soal pre test, dan hasilnya hanya sedikit yang mendapat skor diatas 60..hehehe
Kegiatan selanjutnya adalah, menulis essai mengenai peningkatan kualitas siswa sesuai MP yang diajarkan..
dan saya menulis ini....
ESSAI
MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS X SMA BINA INSANI BOGOR
MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK, KONSELING KELOMPOK
(Indah Intantila, S.Pd)
Siswa merupakan stakeholder atau ujung tombak suatu lembaga pendidikan.keberhasilan siswa terkait erat dengan kompetensi dan kemampuan para guru yang sering berfungsi ganda. Guru sebagai individu yang mentransfer ilmu kepada siswa dan sebagai individu yang biasanya lebih matang secara sosioemosi—diharapkan dapat memberikan contoh dan pemahaman yang akan membantu siswa berkembang secara optimal baik dari sisi pribadi, sosial, belajar dan karir. Kematangan secara belajar dapat dilihat dari pencapaian prestasi akademik, sedangkan kematangan sosial dapat dilihat dari kemampuan siswa berinteraksi dalam lingkungan dan masyarakat dalam berbagai tingkat kehidupan dan kematangan pribadi ditandai dengan kemampuan mengelola perasaan, waktu dan keterampilan hidup yang kesemuanya akan mengarahkan siswa pada kemempuan memilih dan menentukan bidang karir yang akan Ia tempuh sepanjang hidupnya. Bantuan-bantuan untuk para siswa sebaiknya dimulai dan dioptimalkan pada saat siswa tersebut baru memasuki suatu lembaga sekolah yang baru.
Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai sekolah yang berada pada tingkat pendidikan mengengah tertinggi menerima siswa yang sedang berada dalam rentang usia remaja yaitu, usia dimana para individu didalamnya sdang dalam proses pencarian jati diri, karena sebelah kakinya masih ada di masa kanak-kanak sedangkan sebelah lagi sedang menapaki awal kedewasaan dalam masa tersebut sering terjadi guncangan dan kebingungan yang esar dalam diri para siswa.
Memahami kondisi siswa yang demikian, perlu diadakan layanan Bimbingan Konseling sebagai salah satu layanan yang diberikan oleh seorang konselor di lembaga formal seyogyanya dapat membatu para siswa untuk mengoptimalkan perkembangannya dalam bidang-bidang pribadi, sosial, belajar dan karir. Kepribadian konselor yang menyenangkan serta kemampuannya secara profesional menemukan sisi keunikan siswa menjadi modal utama dalam membantu siswa untuk dapat berkembang optimal. Kepribadian dan profesionalisme konselor dapat dinilai dari layanan-layanan yag diberikan. Tidak melulu melalui layanan klasikal di kelas yang seringkali tidak dapat mengakomodir kebutuhan semua siswa.
Layanan yang menyentuh pada kebutuhan siswa seringkali adalah layanan Bimbingan Kelompok yang diberikan pada 7 sampai dengan 15 siswa dengan cara mendiskusikan suatu tema yang berhubungan dengan keterampilan-keterampilan hidup. Dalam pertemuan bimbingan kelompok siswa diajak untuk mengungkapkan perasaan dan harapan-harapannya. Motode yang digunakan adalah games, menulis dan bermain peran tentu menuntut siswa untuk banyak bergerak dan berbicara untuk mengeluarkan pengalaman, harapan dan emosi yang seringkali tidak tertuang dalam layanan klasikal
Selain layanan Bimbingan Kelompok, layanan Bimbingan dan Konseling juga dapat dilaksanakan dengan bentuk layanan Konseling Kelompok. Layanan Konseling Kelompok diberikan pada sekelompok siswa yang memiliki permasalahan yang serupa dengan metode diskusi, sehingga siswa memiliki wadah untuk curhat dengan teman-temannya yang tentu memiliki pola pikir dan cara menangani masalah yang berbeda-beda.
Setiap layanan yang diberikan memerlukan dukungan penuh seluruh aspek di sekolah baik para guru mata pelajaran, manajemen, sarana. Bantuan yang diberikan oleh para guru mata pelajaran dalam bentuk penanganan awal masalah siswa yang mungkin muncul dalam pembelajaran, sehingga siswa merasa bahwa setiap guru memperhatikan kebutuhannya. Pencatatan kejadian-kejadian luar biasa dikelas juga sangat membantu dalam menelusuri permasalah siswa yang dapat didiskusikan dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok Dari pihak manajemen sekolah tentunya diperlukan pengaturan waktu, pembiayaan dan sarana prasarana yang dapat menciptakan situasi yang akan membuat siswa nyaman untuk melakukan semua layanan tersebut di atas--sebut saja ruangan yang cukup luas, nyaman dan tertutup, dan waktu pelaksanaan yang rutin misalnya sebanyak 2 sampai 3 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 jam dalam satu kali pertemuannya selama dalam satu minggu. Jika kita mengacu pada ruang Bimbingan dan Konseling yang memadai adalah ruangan konseling yang berukuran 3x3 untuk sesi –sesi konseling, dilengkapi dengan ruang penerima tamu dan toilet untuk kenyamanan siswa-siswa yang sedang menerima layanan Bimbingan dan Konseling yang sering bersifat rahasia.
semoga berguna, setidaknya untuk saya... :)
Payahnya, saya datang pas banget workshop mulai...huuhuhuhuhu
setelah beberapa acara pembuka maka, setiap guru diberikan soal pre test, dan hasilnya hanya sedikit yang mendapat skor diatas 60..hehehe
Kegiatan selanjutnya adalah, menulis essai mengenai peningkatan kualitas siswa sesuai MP yang diajarkan..
dan saya menulis ini....
ESSAI
MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS X SMA BINA INSANI BOGOR
MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK, KONSELING KELOMPOK
(Indah Intantila, S.Pd)
Siswa merupakan stakeholder atau ujung tombak suatu lembaga pendidikan.keberhasilan siswa terkait erat dengan kompetensi dan kemampuan para guru yang sering berfungsi ganda. Guru sebagai individu yang mentransfer ilmu kepada siswa dan sebagai individu yang biasanya lebih matang secara sosioemosi—diharapkan dapat memberikan contoh dan pemahaman yang akan membantu siswa berkembang secara optimal baik dari sisi pribadi, sosial, belajar dan karir. Kematangan secara belajar dapat dilihat dari pencapaian prestasi akademik, sedangkan kematangan sosial dapat dilihat dari kemampuan siswa berinteraksi dalam lingkungan dan masyarakat dalam berbagai tingkat kehidupan dan kematangan pribadi ditandai dengan kemampuan mengelola perasaan, waktu dan keterampilan hidup yang kesemuanya akan mengarahkan siswa pada kemempuan memilih dan menentukan bidang karir yang akan Ia tempuh sepanjang hidupnya. Bantuan-bantuan untuk para siswa sebaiknya dimulai dan dioptimalkan pada saat siswa tersebut baru memasuki suatu lembaga sekolah yang baru.
Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai sekolah yang berada pada tingkat pendidikan mengengah tertinggi menerima siswa yang sedang berada dalam rentang usia remaja yaitu, usia dimana para individu didalamnya sdang dalam proses pencarian jati diri, karena sebelah kakinya masih ada di masa kanak-kanak sedangkan sebelah lagi sedang menapaki awal kedewasaan dalam masa tersebut sering terjadi guncangan dan kebingungan yang esar dalam diri para siswa.
Memahami kondisi siswa yang demikian, perlu diadakan layanan Bimbingan Konseling sebagai salah satu layanan yang diberikan oleh seorang konselor di lembaga formal seyogyanya dapat membatu para siswa untuk mengoptimalkan perkembangannya dalam bidang-bidang pribadi, sosial, belajar dan karir. Kepribadian konselor yang menyenangkan serta kemampuannya secara profesional menemukan sisi keunikan siswa menjadi modal utama dalam membantu siswa untuk dapat berkembang optimal. Kepribadian dan profesionalisme konselor dapat dinilai dari layanan-layanan yag diberikan. Tidak melulu melalui layanan klasikal di kelas yang seringkali tidak dapat mengakomodir kebutuhan semua siswa.
Layanan yang menyentuh pada kebutuhan siswa seringkali adalah layanan Bimbingan Kelompok yang diberikan pada 7 sampai dengan 15 siswa dengan cara mendiskusikan suatu tema yang berhubungan dengan keterampilan-keterampilan hidup. Dalam pertemuan bimbingan kelompok siswa diajak untuk mengungkapkan perasaan dan harapan-harapannya. Motode yang digunakan adalah games, menulis dan bermain peran tentu menuntut siswa untuk banyak bergerak dan berbicara untuk mengeluarkan pengalaman, harapan dan emosi yang seringkali tidak tertuang dalam layanan klasikal
Selain layanan Bimbingan Kelompok, layanan Bimbingan dan Konseling juga dapat dilaksanakan dengan bentuk layanan Konseling Kelompok. Layanan Konseling Kelompok diberikan pada sekelompok siswa yang memiliki permasalahan yang serupa dengan metode diskusi, sehingga siswa memiliki wadah untuk curhat dengan teman-temannya yang tentu memiliki pola pikir dan cara menangani masalah yang berbeda-beda.
Setiap layanan yang diberikan memerlukan dukungan penuh seluruh aspek di sekolah baik para guru mata pelajaran, manajemen, sarana. Bantuan yang diberikan oleh para guru mata pelajaran dalam bentuk penanganan awal masalah siswa yang mungkin muncul dalam pembelajaran, sehingga siswa merasa bahwa setiap guru memperhatikan kebutuhannya. Pencatatan kejadian-kejadian luar biasa dikelas juga sangat membantu dalam menelusuri permasalah siswa yang dapat didiskusikan dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok Dari pihak manajemen sekolah tentunya diperlukan pengaturan waktu, pembiayaan dan sarana prasarana yang dapat menciptakan situasi yang akan membuat siswa nyaman untuk melakukan semua layanan tersebut di atas--sebut saja ruangan yang cukup luas, nyaman dan tertutup, dan waktu pelaksanaan yang rutin misalnya sebanyak 2 sampai 3 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 jam dalam satu kali pertemuannya selama dalam satu minggu. Jika kita mengacu pada ruang Bimbingan dan Konseling yang memadai adalah ruangan konseling yang berukuran 3x3 untuk sesi –sesi konseling, dilengkapi dengan ruang penerima tamu dan toilet untuk kenyamanan siswa-siswa yang sedang menerima layanan Bimbingan dan Konseling yang sering bersifat rahasia.
semoga berguna, setidaknya untuk saya... :)
Komentar