Langsung ke konten utama

Mitra Netra dalam Kenangan

Yayasan Mitra Netra adalah sebuah lembaga nirlaba yang bergerak dibidang pendidikan dan pengembangan tunanetra... Itu kalimat yang masih melekat dalam ingatan saya. Kalimat itu dulu seringkali saya ulang-ulang ketika menjelaskan pada tamu, relawan atau pers yang datang ke kantor kami, Yayasan Mira Netra

Belakangan saya mendapat kabar bahwa lembaga tersebut mengalami masalah yang serius, terutama dalam masalah pendanaan, dan sebagai imbasnya ada banyak teman-teman yang sudah mulai dirumahkan. Hal yang disayangkan adalah, beberapa dari yang dirumahkan tersebut adalah para tunanetra yang menurut kacamata awam akan lebih sulit mendapatkan pekerjaan jika dibandingkan dengan teman-teman yang berpenglihatan (normal).
Pada awalnya banyak pertanyaan yang ingin saya ungkapkan, tetapi saya pikir daripada saya banyak bertanya mengenai alasan kenapa masalah tersebut muncul, siapa penyebabnya, sudah berapa lama atau apa lah pertanyaan yang lain.. Lebih baik saya berpikir apa yang dapat saya lakukan untuk membantu teman-teman saya. Jika membantu Yayasan Mira Netra sebagai lembaga mungkin terlalu jauh dari jangkauan saya, namun membantu teman sebagai individu saya kira ada hal yang dapat saya lakukan walaupun kecil dan sedikit.
Adalagi hal yang membuat saya sedih, mungkin akhirnya membuat saya terlalu mellow..
Saya ingat ketika semua masih baik-baik saja,
Banyak sekali hal yang kami lakukan bersama-sama, makan siang, sekedar ngobrol, bercanda, pulang sama-sama, berlibur, ...kadang-kadang bolos kerja sama2.....hehe...
Banyak lah, yang tentunya hanya ada dalam hati untuk di kenang.
Harapan saya, Yayasan Mira Netra akan dapat keluar dari masalah yang kini ada, karena Yayasan Mira Netra layaknya mercusuar bagi para tunanetra baru (mengutip sms Irawan Mulyanto)..

Sekali lagi saya berpikir dan bertanya, apa yang dapat saya lakukan untuk membantu???

Komentar

Dimas Prasetyo Muharam mengatakan…
Mitra Netra sedang memspesifikasikan dirinya menjadi provider alat2 pendukung untuk tunanetra mbak Indah. jadi fokus pada produksi buku braille dan talking book.. itu sih sepengetahuan saya.. Semua hal ini tentu membawa hikmah dan mengajarkan pada kami untuk mau menjemput bola dan berinisiatif :)

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...