Sekali sepanjang cerita hidup saya sampai saat ini, saya bertemu seseorang dengan latar kehidupan keluarga yg mirip. Sempat terkejut saat mendengar dia menceritakan sekelumit kehidupannya. Mungkin karena saya bukan orang yang mudah menceritakan kehidupan pribadi kepada orang yang baru saya kenal.
Amazing...
Saat mendengar untaian kata yang Ia ucapkan, saya seperti melihat diri saya sendiri sedang bercerita. Bedanya dia tanpa beban menceritakan harapan-harapannya, juga keluarganya--sekali lagi hanya sekelumit cerita yang saya yakin banyak orang yang mungkin juga mengetahuinya, minimal teman-teman dekatnya.
Setelah pertemuan kali itu saya berpikir, "ada ya orang kaya gue.. pemikirannya, masalahnya, kekhawatirannya, keinginannya, harapannya . Keren banget dia bisa ngelewatin semuanya setegar itu. Hebat sampe dia bisa kaya sekarang. Gw ko kaya ngaca ya?" Sedikit merasa geer sih sejujurnya. Berarti saya juga sekuat dan setegar dia..hehe
Kagum...
Buat saya dia menginspirasi. Saya kagum dengan caranya menyelesaikan masalah, menghadapi orang lain, memandang suatu persoalan. Pola pikirnya lebih dewasa dr kebanyakan orang seusianya yang saya temui. "Semua yang aku alami bikin aku jadi tahan banting, bu" begitu ujarnya saat saya tanya apakah Ia menyesali jalan hidupnya.
Yap...
Kita memang tidak pernah bisa memilih kehidupan seperti apa yang Allah swt pilihkan saat kita dilahirkan ke dunia ini. Yang dapat kita lakukan adalah menerima, menjalani sebaik-baiknya dan menyerahkan semua hasil upaya kita kepada Allah swt.
Komentar