Langsung ke konten utama

Unspoken...

Sekali sepanjang cerita hidup saya sampai saat ini,  saya bertemu seseorang dengan latar kehidupan keluarga yg mirip. Sempat terkejut saat mendengar dia menceritakan sekelumit kehidupannya. Mungkin karena saya bukan orang yang mudah menceritakan kehidupan pribadi kepada orang yang baru saya kenal.

Amazing...
Saat mendengar untaian kata yang Ia ucapkan, saya seperti melihat diri saya sendiri sedang bercerita. Bedanya dia tanpa beban menceritakan harapan-harapannya, juga keluarganya--sekali lagi hanya sekelumit cerita yang saya yakin banyak orang yang mungkin juga mengetahuinya, minimal teman-teman dekatnya.

Setelah pertemuan kali itu saya berpikir, "ada ya orang kaya gue.. pemikirannya, masalahnya, kekhawatirannya, keinginannya, harapannya . Keren banget dia bisa ngelewatin semuanya setegar itu. Hebat sampe dia bisa kaya sekarang. Gw ko kaya ngaca ya?" Sedikit merasa geer sih sejujurnya. Berarti saya juga sekuat dan setegar dia..hehe

Kagum...
Buat saya dia menginspirasi. Saya kagum dengan caranya menyelesaikan masalah, menghadapi orang lain, memandang suatu persoalan. Pola pikirnya lebih dewasa dr kebanyakan orang seusianya yang saya temui. "Semua yang aku alami bikin aku jadi tahan banting, bu" begitu ujarnya saat saya tanya apakah Ia menyesali jalan hidupnya.

Yap...
Kita memang tidak pernah bisa memilih kehidupan seperti apa yang Allah swt pilihkan saat kita dilahirkan ke dunia ini. Yang dapat kita lakukan adalah menerima, menjalani sebaik-baiknya dan menyerahkan semua hasil upaya kita kepada Allah swt.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...