Langsung ke konten utama

My cousins, my first friends

Hari ini kegiatan saya kalo dibuat cerita oleh anak SD sepertinya akan berjudul "berkunjung ke rumah bude"

Yap....
Hari ini kami--keluarga besar mama-- mengunjungi kakak mama yang tertua. Memang budaya arisan dikeluarga mama masih dijaga sebagai ajang pertemuan keluarga dan membahas hal-hal yang yerjadi dalam keluarga atau sekedar bertukar cerita ringan seputar kegiatan sehari-hari.

Ide arisan keluarga ini digagas oleh kakak mama saya yg tertua, supaya keluarga selalu ada komunikasi. Awalnya dulu, semua anak wajib ikut datang ke acara arisan. Tapi seiring dengan berjalannya waktu masing-masing anggota keluarga sibuk dengan kegiatannya. Acara arisan keluarga yang awalnya dilaksanakan setiap bulan, saat ini dilaksanakan dua bulan satu kali.
Jika sebelumnya semua anggota keluarga hadir, sekarang ini yang penting setiap arisan ada perwakilan dari masing-masing keluarga.

Bagi saya pribadi, arisan keluarga berarti saya bertemu dengan sepupu-sepupu yang sudah sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Jika saat masih kecil kami sering berkumpul dan bermain, sekarang sudah hampir tidak pernah pergi bersama. Semakin canggih teknologi, komunikasi yang dulu sering dilakukan via telpon atau saling berkunjung sudah mulai bergeser. Kali ini ada grup "keluarga"di aplikasi whatsapp. Sesekali menanyakan kabar dalam grup atau sekedar berbagi tausyiah atau cerita lucu. Tetapi bagi saya, kehadiran sepupu secara fisik tidak dapat digantikan dengan komunikasi lewat media sosial.
Bertemu, berarti kami bercerita dan mencurahkan pwrhatian pada cerita itu. Melihat mimik wajah, mendengar hela nafas, membaca emosi yang tertuang lewat intonasi suara dan banyak lagi.

Bagi saya keluarga, sepupu adalah orang-orang yang selalu mendukung dan memberikan bantuan baik moril maupun materil sejak saya memahami ada banyak orang yang menyayangi saya. Orang-orang yang akan menerima saya dengan semua kelebihan dan kekurangan saya. Bahkan disaat seluruh dunia menyalahkan saya, keluarga selalu ada untuk memberikan dukungan terbaiknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...