CINTA
Setiap orang pasti memiliki definisinya masing-masing untuk kata itu. Definisi yang akan mempengaruhi sudut pandang, perilaku dan kedalaman rasa atas nama cinta.
Dalamnya rasa cinta akan mendorong seseorang berkorban untuk hal yang Ia cintai.
Banyak wanita yang biasanya melibatkan banyak perasaannya saat membicarakan cinta. Tidak hanya rasa, tetapi logika sering menjadi tumpul jika pokok bahasan dalam kelompok bergosip adalah masalah cinta..hehehe
"Gw ga tau lagi, In.. gw sih pasrah aja ini akhirnya kaya gimana. Tapi yang jelas belakangan ini gw nyibukin buat ngelupain semua masalah yang sekarang lagi ada. Gw pacaran sama dia kan udah lama banget, 10 taun. Dari dia masih sehat sampe kaya sekarang dia sakit-sakitan. Gw sampe bingung, harus gimana lagi. Harusnya hari ini jadi hari paling bahagia buat gw sama dia. Kan hari ini rencananya gw nikah. Tapi sejak sebulan lalu dia masuk rumah sakit karena anfal, sampe di ICU. Belom lagi kalo dia harus kemo. Lu tau kan, dia ada kanker. Sedangkan biayanya kan banyak banget.
Padahal lu tau ngga... semua persiapan kawinan gw udah 90%. Tinggal nikah doang, dan semua tiba2 kaya gini. Lu tau kan rasanya gw gimana?" *sigh*
Sambil menatap kosong pada gelas di depannya Anggi menceritakan kepedihan yang mendera batinnya. Kepedihan yang semakin terasa karen pernikahan yang terpaksa diundur entah sampai kapan sejak Anggi mendapati pacarnya sakit hingga harus masuk ICU.
Saya banyak diam, menyimak semua cerita Anggi dengan seksama.
"Buat gw lu hebat.. serius, lu hebat banget", itu kalimat pertama yang meluncur dari bibir saya mengomentari cerita Anggi.
Bagaimana saya tidak berpikir dia tidak hebat. Setelah pacaran lama dan mengetahui bahwa pacarnya memiliki penyakit serius, sampai pada akhirnya Anggi memutuskan akan menikah dengan pacarnya. Dia terlihat sangat siap menerima semua resiko yang jelas membentang. Hal pertama yang mungkin terjadi adalah, sakit pacarnya semakin parah setelah menikah. Hal yang kedua, jika pun menikah Anggi akan menjadi tulang punggung keluarga karena kondisi suaminya nanti membuat Ia tidak maksimal bekerja untuk menghidupi keluarganya. Hal ketiga, ini yang paling singkat.. status Anggi menggantung entah hingga kapan.
Belajar dari Anggi, saya melihat keterlibatan perasaan Anggi sangat jauh. Bagaimana tidak, dengan kondisi pacarnya yang semakin memburuk, Anggi terus saja meyakinkan dirinya sendiri bahwa akan ada keajaiban pacarnya akan pulih sempurna.
Anggi sadar sepenuhnya saat ini hanya keajaiban yang akan menyembuhkan pacarnya. Tetapi dengan alasan sudah terlalu lama bersama dan sudah terlalu cinta maka Anggi bertahan pada hubungannya dengan sang pacar yang entah akan memiliki happy atau sad ending.
Pengorbanan Anggi yang besar untuk menunggu kondisi pacarnya membaik mungkin dapat menjadi tolok ukur besarnya cinta Anggi untuk pacarnya. Tetapi apakah memang harus seperti itu?
"Kan gw ga mungkin ninggalin dia pas kondisi dia kaya sekarang, In." Itu jawaban yang terlontar saat saya bertanya sampai kapan Anggi akan menunggu kondisi pacarnya membaik.
Tetapi apakah logis penantian seperti itu?
Sedangkan rahasia jodoh untuk Anggi masih tergantung di langit....
Komentar