Langsung ke konten utama

Sedihnya Sitta..

Ketika terjadi permasalahan antara kedua orang tua dalam sebuah keluarga, anak adalah pihak yang pada akhirnya merasa terabaikan.

Keseharian saya sebagai guru Bimbingan dan Konseling di sekolah memberikan saya kesempatan untuk belajar banyak hal mengenai sikap, kepribadian, perilaku dan prinsip hidup banyak orang. Terlibat setiap hari dengan para siswa adalah kesempatan bagi saya untuk mendalami kehidupan mereka. Seringkali mereka bercerita mengenai permasalahan dalam keluarga, antara ayah dan ibunya, antara dirinya dengan saudara kandungnya, antara keluarga dengan tetangganya.. dan banyak lagi.
Sitta (bukan nama sebenarnya) bercerita bahwa selama ini ibunya cenderung mengabaikan dirinya. ibu adalah sosok yang sangat "cuek". Dalam hal mengurus keperluannya dan menjadi tempatnya berkeluh kesah. Ia merasa kurangnya perhatian ibu membuat dirinya tidak dapat berkembang secara maksimal. Ia pun merasa bahwa ibunya bukanlah seorang yang cerdas, sehingga tidak dapat mengajarkannya pelajaran atau memberi saran yang ia butuhkan untuk masa depannya. 

Orang terdekat yang selama ini menjadi panutannya adalah kakek, namun ternyata ada suatu perbuatan yang dilakukan oleh kakek sehingga hal itu membuat Sitta sangat membenci kakeknya.
Satu lagi orang yang dekat dengannya adalah ayah, sosok yang sangat bertanggung jawab, penuh wibawa tetapi ayah pun melakukan hal yang menghilangkan rasa percayanya. "Masa, bu.. ayah aku selingkuh" ucapnya sambil menangis...
Belum lagi sang adik yang seringkali bermasalah di sekolah sehingga selalu dikeluarkan dr sekolah.
Semua hal yang ia alami dan lihat dikeluarganya, membuat Sitta menjadi gadis yg sulit mempercayai orng lain, tempramen, mudah tersinggung dan rapuh.
Sitta merasa bahwa apa yang ia capai sekarang murni hasil jerih payahnya. Tidak ada bantuan dari keluarga yang membuatnya saat ini menjadi salah satu siswi yang tergolong cerdas. Sitta berupaya seorang diri, mengubah dirinya dari seorang gadis yang tidak cerdas menjadi seperti sekarang.
Sitta seringkali berpikir bahwa semua yag dilakukan orang tuanya adalah untuk kepentingan diri mereka sendiri.

Uang menjadi salah satu dasar dalam masalah keluarga Sitta. Ayahnya yang seorang pejabat, hanya memenuhi kebutuhan Sitta secara materi. Ibu dan keluarganya terkesan tidak mau tahu bahwa ayahnya memiliki WIL. Menurut Sitta karena secara materi mereka tercukupi, dan khawatir jika menyinggung ayah Sitta maka sumber keuangan berkurang..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...