Ketika terjadi permasalahan antara kedua orang tua dalam sebuah keluarga, anak adalah pihak yang pada akhirnya merasa terabaikan.
Keseharian saya sebagai guru Bimbingan dan Konseling di sekolah memberikan saya kesempatan untuk belajar banyak hal mengenai sikap, kepribadian, perilaku dan prinsip hidup banyak orang. Terlibat setiap hari dengan para siswa adalah kesempatan bagi saya untuk mendalami kehidupan mereka. Seringkali mereka bercerita mengenai permasalahan dalam keluarga, antara ayah dan ibunya, antara dirinya dengan saudara kandungnya, antara keluarga dengan tetangganya.. dan banyak lagi.
Sitta (bukan nama sebenarnya) bercerita bahwa selama ini ibunya cenderung mengabaikan dirinya. ibu adalah sosok yang sangat "cuek". Dalam hal mengurus keperluannya dan menjadi tempatnya berkeluh kesah. Ia merasa kurangnya perhatian ibu membuat dirinya tidak dapat berkembang secara maksimal. Ia pun merasa bahwa ibunya bukanlah seorang yang cerdas, sehingga tidak dapat mengajarkannya pelajaran atau memberi saran yang ia butuhkan untuk masa depannya.
Orang terdekat yang selama ini menjadi panutannya adalah kakek, namun ternyata ada suatu perbuatan yang dilakukan oleh kakek sehingga hal itu membuat Sitta sangat membenci kakeknya.
Satu lagi orang yang dekat dengannya adalah ayah, sosok yang sangat bertanggung jawab, penuh wibawa tetapi ayah pun melakukan hal yang menghilangkan rasa percayanya. "Masa, bu.. ayah aku selingkuh" ucapnya sambil menangis...
Belum lagi sang adik yang seringkali bermasalah di sekolah sehingga selalu dikeluarkan dr sekolah.
Semua hal yang ia alami dan lihat dikeluarganya, membuat Sitta menjadi gadis yg sulit mempercayai orng lain, tempramen, mudah tersinggung dan rapuh.
Semua hal yang ia alami dan lihat dikeluarganya, membuat Sitta menjadi gadis yg sulit mempercayai orng lain, tempramen, mudah tersinggung dan rapuh.
Sitta merasa bahwa apa yang ia capai sekarang murni hasil jerih payahnya. Tidak ada bantuan dari keluarga yang membuatnya saat ini menjadi salah satu siswi yang tergolong cerdas. Sitta berupaya seorang diri, mengubah dirinya dari seorang gadis yang tidak cerdas menjadi seperti sekarang.
Sitta seringkali berpikir bahwa semua yag dilakukan orang tuanya adalah untuk kepentingan diri mereka sendiri.
Sitta seringkali berpikir bahwa semua yag dilakukan orang tuanya adalah untuk kepentingan diri mereka sendiri.
Uang menjadi salah satu dasar dalam masalah keluarga Sitta. Ayahnya yang seorang pejabat, hanya memenuhi kebutuhan Sitta secara materi. Ibu dan keluarganya terkesan tidak mau tahu bahwa ayahnya memiliki WIL. Menurut Sitta karena secara materi mereka tercukupi, dan khawatir jika menyinggung ayah Sitta maka sumber keuangan berkurang..
Komentar