Langsung ke konten utama

Kamu Terluka?

"Coba deskripsikan keluargamu dalam satu kata," itu permintaan saya kepadanya dalam suatu pertemuan (sebut saja namanya Roni). "Hancur, bu" itu yang keluar dari mulutnya sambil menangis....

Kedua orang tua Roni berpisah saat Ia duduk di bangku kelas 3 SD. Sejak itu ibunya bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saat Roni menginjak kelas 8 SMP sang ibu menikah untuk yang kedua kalinya, namun pernikahan kembali kandas.

Roni merasa setiap anggota keluarganya  berjalan sendiri-sendiri, tanpa peduli apa masalah yang terjadi. Ia merasa hanya dirinya yang selalu menjadi tempat ibunya berkeluh kesah mengenai semua permasalahan yang ada dalam rumah tangganya.

Tak henti Ia menangis sambil bercerita dengan mata yang terlihat kosong seperti membayangkan semua kilasan permasalahan kedua orang tuanya. "Aku ngga dibolehin cerita soal keluarga sama siapa pun supaya aku ngga direndahin sama orang lain," begitu ungkapnya sambil terus menyeka air matanya dengan tisu yang saya berikan.

Setiap permasalahan dalam keluarga selalu menjadikan anak sebagai korban. Sering kali anak mengalah pada keputusan orang tua untuk berpisah atau menikah kembali. Jika ditanya bagaimana perasaan mereka jika salah satu dari orang tuanya menikah kembali setelah perceraian seringkali saya dapatkan jawaban "aku ngalah aja kalo emang itu yang bikin mama aku seneng, padahal aku nya sih ngga seneng.. ya mau gimana lagi kan, bu?"

Anak menyimpan luka yang dalam dari hilangnya figur salah satu orang tuanya. Ia mencari figur dari orang-orang terdekat, terutama keluarga besar--kakek, nenek, paman, bibi dan lainnya. Tetapi tetap saja figur berperan maksimal karena kurangnya ikatan emosional.

Banyak kasus yang muncul dari masalah perpisahan orang tua. Intinya hanya anak ingin diperhatikan dan didampingi melewati fase kehidupannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...