Langsung ke konten utama

Datangi 3 Tempat Ini Untuk Membantu Remaja Menentukan Tempat Kuliah

Bernas.id – Setiap orang berharap dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi sesuai dengan minatnya. Sayangnya ketidaktahuan mengenai jurusan dan prospek karir, sering membuat remaja salah memilih jurusan. Lalu, bagaimana sebagai orang tua bisa membantu remaja memilih jurusan untuk melanjutkan pendidikan?
Zaman yang semakin berkembang dan sistem yang terus berubah, membuat orang tua kurang mengerti sistem yang berjalan saat ini. Pola seleksi penerimaan mahasiswa baru yang terus diperbarui sangat berbeda dengan zaman orang tua saat menjadi mahasiswa dulu.
Pengenalan akan minat secara terinci juga tugas yang berat bagi orang tua dan remaja. Seorang anak yang berminat dalam dunia otomotif, belum tentu bisa mengikuti proses perkuliahan di teknik otomotif. Sehingga, pengenalan minat dan penentuan pemilihan jurusan di pendidikan tinggi, perlu memerhatikan minat, kepribadian, kemampuan dan dana yang tersedia.
Jika Anda sudah mencoba membantu siswa dalam mengenali minatnya, namun Anda tetap merasa membutuhkan bantuan profesional, maka Anda perlu mendatangi tiga tempat ini untuk menemukan solusinya.
1. Psikolog
Seorang psikolog memiliki kualifikasi untuk melaksanakan tes psikologi. Dari hasil tes tersebut akan tergambar kecenderungan minat dan kemampuan dasar Anda. Dalam hasil tes juga diketahui bidang kerja yang sesuai dengann kemampuan remaja Anda. Hasil tes psikologis juga akan menginformasikan jenis pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan remaja. Namun, hasil tes psikologis akan akurat selama 6 bulan. Karena minat dan kemampuan seorang individu akan terus bergerak tergantung lingkungannya.
2. Konselor
Seorang konselor memiliki kemampuan komunikasi konseling yang baik. Bidang yang ditangani oleh seorang konselor adalah bidang pribadi, sosial, belajar dan karir. Dari keempat bidang tersebut, bidang karir menjadi salah satu wilayah garapan kerja konselor. Ketika membantu seorang remaja menentukan pilihan karirnya, seorang konselor akan menggali minat dan kemampuan remaja melalui komunikasi pada sesi konseling.
3. Edufair
Education fair (Edufair) atau pameran pendidikan adalah suatu perhelatan yang diadakan oleh sebuah event organizer dan diikuti oleh sejumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pendidikan tinggi dan jurusan-jurusan di dalamnya kepada siswa dan siswi SMA dan sederajat. Dalam edufair seorang remaja dapat membandingkan antara universitas yang satu dan lainnya. Masing-masing perguruan tinggi memiliki keunggulan pada fakultas dan jurusan tertentu. Di kegiatan edufair, remaja bisa mendapatkan informasi mengenai semua jurusan yang ia minati beserta akredikatsi dan peluang karirnya.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membantu remaja mengenali dan mengembangkan minat dan kemampuannya. Pengembangan minat dan kemampuan akan membantu remaja mengaktualisasikan dirinya di masa depan.

This article had published on: indahintantila.bernas.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...