Langsung ke konten utama

3 Sikap Pribadi Ini Wajib Dimiliki Oleh Seorang Guru Sejati

Bernas.id – Guru adalah sosok sentral dalam kelas. Malayani siswa yang menjadi stakeholder pendidikan, menjadikan profesi ini menuntut profesional di dalamnya, agar dapat mendedikasikan hidupnya bagi pendidikan generasi bangsa. Menjadi guru bertugas membangun peradaban, tidak hanya dengan kemampuan akademiknya, namun juga sikap pribadi dan keterampilan sosial. Secara pribadi, setiap guru harus memiliki tiga sikap utama yang akan membuatnya disukai oleh para siswa. Mari kita simak ulasan singkat berikut!

Ramah

Seorang guru sama dengan seorang dokter. Kalimat yang diucapkan oleh guru dapat menjadi penawar duka atau justru menambah luka bagi siswanya. Keramahan seorang guru mampu mengubah suasana hati siswa. Siswa yang awalnya merasa sedih atau marah, jika diperlakukan dengan ramah, akan merasa sangat dihargai sehingga suasana hatinya membaik.

Perhatian

Berikan perhatian khusus bagi setiap siswa. Hal ini sangat penting karena pada dasarnya setiap individu adalah unik. Setiap siswa memiliki karakteristik masing-masing, sehingga memerlukan personal touch.

Lakukan segala sesuatu setulus hati, maka akan langsung sampai ke hati.

Kalimat tersebut perlu dilakukan oleh setiap guru jika ingin memahami karakter siswanya. Mengembangkan hati nurani siswa akan sangat mudah dilakukan jika karakter siswa sudah dipahami oleh sang guru.

Minta maaf

Guru juga manusia, dan pasti pernah berbuat kesalahan. Seorang guru perlu menyegerakan permintaan maaf kepada siswanya jika ia melakukan kesalahan. Terutama kesalahan yang menyebabkan siswa tersinggung dengan kata-kata atau perilaku guru. Permintaan maaf tidak akan membuat harga diri jatuh. Permintaan maaf yang tulus justru akan memberikan contoh teladan yang baik kepada siswa untuk belajar bertanggung jawab terhadap kesalahan yang dilakukan.



Jika dalam aktivitas sehari-hari seorang guru melakukan kesalahan, tak berarti ia lantas berhenti mendidik.

The show must go on

Mejadi guru adalah menjadi pembelajar sepanjang hayat. Yang wajib bagi setiap guru adalah mempelajari karakter setiap siswa yang dididiknya. Semakin banyak karakter yang dipelajari, membuat guru semakin pandai membawa diri dan membantu siswa dalam mengembangkan dirinya.
-Indah Intantila-

This article had published on indahintantila.bernas.id:
https://www.bernas.id/62096-3-sikap-pribadi-ini-wajib-dimiliki-oleh-seorang-guru-sejati.html?_ga=2.44364196.1250994424.1584517826-413894346.1584517809

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...