Langsung ke konten utama

When Friendship Hurts

Punya banyak teman pastinya menyenangkan. Apalagi jika sebagian besar dari mereka dapat memahami kita. Biasanya kita akan menyebut mereka sahabat.
Idealnya hubungan pertemanan dan persahabatan adalah hubungan yang membawa efek positif. Pertemanan dan persahabatan diharapkan menjadi suatu hubungan yang saling menguatkan. Namun apa jadinya jika pertemanan atau persahabatan justru jadi suatu hubungan yang saling menyakiti atau bahkan menjatuhkan.

Perubahan suasana hati atau mood, kedekatan dengan salah satu dari sekian banyak sahabat yang ada, perbedaan sudut pandang, rasa superior, ambisi pribadi dan masih banyak lagi hal negatif dapat menjadi penyebab keretakan hubungan pertemanan tersebut.

Ada tipe teman yang akan mengingatkan saat kita melakukan salah satu dari hal negatif tadi. Tetapi ada juga teman yang akan langsung menarik dirinya dari hubungan pertemnan dengan kita saat Ia merasa haknya dilanggar. Ada pula yang mampu berkali-kali menerima dan memahami banyak kesalahan kita dan berusaha tetap ada disamping kita. Namun biasanya, ada saatnya teman tipe terakhir ini mengalami kejenuhan hingga Ia juga akhirnya memutuskan menjauhi kita.

Pertemanan dan persahabatan yang hancur seringkali dikarenakan satu sama lain kurang berbicara dari hati ke hati.
Kadang kita pun menjadi apatis dengan reaksi teman terhadap perilaku kita.

Tentunya ketika dalam satu hubungan ada masalah, kedua pihak biasanya memiliki andil walaupun porsinya berbeda.

Berikan ruang yang luas pada semua teman dan sahabat untuk memahami diri kita begitu pun sebaliknya jika memang memungkinkan.

Satu hal lagi yang perlu diingat, teman yang baik bukan yang selalu mwmbenarkan kita. Tetapi teman yang baik adalah yang mampu mengingatkan kita saat kita melakukab kesalahan.

Teman atau sahabat buka  sosok yang sempurna. Tetapi Ia dapat melengkapi ketidaksempurnaan kita dan begitu pun sebaliknya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melayani Sepenuh Hati

Ada banyak sekali hal yang memengaruhi bagaimana guru BK atau konselor sekolah bertindak, dinilai dan memberikan layanan. Sikap pimpinan, pekerjaan mengurus administrasi, sikap rekan sejawat, pandangan yang kadang mengecilkan keberadaan guru BK di sekolah. Namun lepas dari semua hal yang mungkin tidak menyenangkan itu tetap harus diingat dan diperhatikan, yang dihadapi oleh seorang guru BK adalah manusia-manusia yang memiliki perasaan sama seperti dirinya sendiri. Ada pepatah yang mengatakan "perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan." Siswa yang datang ke sekolah berasal dari berbagai macam latar belakang, ketika pagi atau siang siswa datang mungkin ada yang masih ngantuk , belum sarapan, bete, habis diomelin, ngga dikasi uang jajan, dan banyak lagi alasan yang sering terjadi dan seringkali bagi orang yang tidak ada dalam posisi itu akan menjadi "alesan aja" sehingga sering ketika siswa datang ke sekolah guru akan marah, atau malah ikutan jadi bete, ...

Kenapa jagoan nangis?

Pagi2 tadi berusaha berangkat lebih pagi... Tapi kok sampai sekolah tetap jam 06.40 ya?? Padahal tadi pagi diantar oleh Valentino Rossita...hehehe.. Seharian ngobrol sama siswa tentang cita-cita, sekolah, bekerja dan masih buanyyaaaakkkk lagi.. seru kalo ngobrol sama mereka, selalu ada aja cerita tertawa.. Jam 13.45WIB diumumkan semua siswa SMA Bina Insani dipulangkan, dan semua siswa diminta menjadi supporter pertandingan futsal (Bina Insani VS Tridharma 2) dan hasilnya BI kalah 7-2 Bagiku ngga masalah, yang penting semua jagoan di lapangan futsal sudah berusaha maksimal. Toh dari semua yang ada di sekolah, menurutku mereka lah yang paling capek, paling tertekan, malu dan sebagainya. Tapi sore menjelang pulang ada seseorang yang matanya sembab dan menangis Ketika ditanya "kamu kenapa, jagoan???" bukan sang jagoan yang menjawab tapi temannya, katanya "gimana coba bu, kalo udah kalah malah dipojokkin enak ngga??" Duuuhhh, makin bingung... ada apa sebenar...

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...