Punya banyak teman pastinya menyenangkan. Apalagi jika sebagian besar dari mereka dapat memahami kita. Biasanya kita akan menyebut mereka sahabat.
Idealnya hubungan pertemanan dan persahabatan adalah hubungan yang membawa efek positif. Pertemanan dan persahabatan diharapkan menjadi suatu hubungan yang saling menguatkan. Namun apa jadinya jika pertemanan atau persahabatan justru jadi suatu hubungan yang saling menyakiti atau bahkan menjatuhkan.
Perubahan suasana hati atau mood, kedekatan dengan salah satu dari sekian banyak sahabat yang ada, perbedaan sudut pandang, rasa superior, ambisi pribadi dan masih banyak lagi hal negatif dapat menjadi penyebab keretakan hubungan pertemanan tersebut.
Ada tipe teman yang akan mengingatkan saat kita melakukan salah satu dari hal negatif tadi. Tetapi ada juga teman yang akan langsung menarik dirinya dari hubungan pertemnan dengan kita saat Ia merasa haknya dilanggar. Ada pula yang mampu berkali-kali menerima dan memahami banyak kesalahan kita dan berusaha tetap ada disamping kita. Namun biasanya, ada saatnya teman tipe terakhir ini mengalami kejenuhan hingga Ia juga akhirnya memutuskan menjauhi kita.
Pertemanan dan persahabatan yang hancur seringkali dikarenakan satu sama lain kurang berbicara dari hati ke hati.
Kadang kita pun menjadi apatis dengan reaksi teman terhadap perilaku kita.
Tentunya ketika dalam satu hubungan ada masalah, kedua pihak biasanya memiliki andil walaupun porsinya berbeda.
Berikan ruang yang luas pada semua teman dan sahabat untuk memahami diri kita begitu pun sebaliknya jika memang memungkinkan.
Satu hal lagi yang perlu diingat, teman yang baik bukan yang selalu mwmbenarkan kita. Tetapi teman yang baik adalah yang mampu mengingatkan kita saat kita melakukab kesalahan.
Teman atau sahabat buka sosok yang sempurna. Tetapi Ia dapat melengkapi ketidaksempurnaan kita dan begitu pun sebaliknya...
Komentar