Berada dalam satu lingkungan baru bisa menjadi hal yang membuat seseorang menangis, kesal bahkan marah. Walaupun lingkungan yang kita datangi tidak benar2 baru. Misalnya saja kejadian hari ini di sekolah.
Saat siswa kelas 11 sudah dibagi kelas baru, ada siswa yang todak mau masuk kelas yg dipilihkan. Alasannya sepele, ia tidak suka dengan teman2 yang ada di kelas tersebut. Ia merasa pernah di bully oleh teman2 yang tidak ia sukai. Awalnya saya bingung dengan pendirian yg keras dari siswa ini, tp setelah ia kemukakan alasannya baru saya mengerti bahwa ia memiliki trauma berdekatan dengan teman2 yg ia tidak sukai sehingga ia memilih untuk menghindar dari teman2nya itu.
Menjadi korban bullying memang akan membekas pada ingatan seseorang, rasa benci, khawatir akan terus dirasakan. Sdikit orang yg dapat menghilangkan trauma tersebut.
Sekolah sendiri memiliki alasan melakukan rolling kelas terhadap siswa/i. Salah satunya adalah memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk saling mengenal lebih jauh satu dengan yang lain. Dimasa depan setelah lulus SMA siswa akan memasuki dunia kuliah dan bekerja, dan ia akan bertemu dengan banyak orang baru. Hal itu lah yg menjadi pertimbangan rolling kelas. Diharapkan sambil saling mengenal siswa juga diharapkan akan dapat menyesuaikan diri dengan teman2 yang baru sehingga ia akan dapat memahami banyak karakter siswa dan akhirnya bisa bekerjasama dengan teman2 tersebut.
Komentar