Langsung ke konten utama

Postingan

Nulis,

Nulis, Sejak kapan saya nulis? Kalo nulis diary sejak SD. Karena papa saya nyiapin diary yang isinya perjalanan hidup saya sejak lahir. Saya juga "dibuat suka baca" oleh mama saya. So, saya akrab dengan buku sejak saya belum dapat membaca secara lancar😅. Saking sukanya saya sama buku, saya pernah punya perpustakaan pribadi dan salah satu cita2 saya adalah punya taman bacaan. Tapi sekarang buku2nya banyak yang sudah saya sumbangkan ke bbrp taman bacaan dan perpustakaan. Lalu, sejak kapan saya suka nulis serius? Yes, setiap tulisan butuh keseriusan, ketelitian dan pengetahuan dalam. Karena sebelum menulis kita harus banyak membaca dan belajar. Saya mulai serius nulis sebetulnya sejak saya masih berprofesi sebagai staf humas di @mitranetra. Yang saya tulis yaaa seputar pekerjaan dan kegiatan bidang humas. Menulisnya pun hanya di blog. Saya semakin serius nulis sejak bergabung dalam Komunitas Menulis Online karena ada tugas dan target ...hehehe. Lalu, saya mendapat ...
Postingan terbaru

Perhatian

Perhatian, Ketika ada org yg perhatian atau bersikap sangat baik, sering kita merasa bingung--alih2 mengakui bahwa kita bahagia mendapat perhatian tersebut, kita justru mengatakan bahwa kita terganggu. Bukan perhatiannya yang salah, tetapi pengalaman hidup yang membuat kita tak biasa dengan hal tersebut. Perbedaan pengalaman mengakibatkan cara kita menyikapi perhatian dan kebaikan akhirnya berbeda2. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup. Tempat2 yg kita datangi, orang2 yang kita temui, aktifitas yang kita jalani, semua sudah Allah rencanakan. Mungkin selama ini kita merasa down, ingin didengarkan, berharap ada orang yang mau membantu kita keluar dari masalah, mampu memahami dan menerima semua keanehan cara berpikir atau cara kita menyelesaikan masalah. Oleh sebab itu, Allah datangkan orang yang menurut Allah tepat untuk membantu kita melewati semua hal tersebut. Yang Allah datangkan bisa jadi teman lama yang tetiba perhatian atau justru orang yang sama sekali baru kita kenal. Sebuah ...

Blind Spot

*BLIND SPOT* "Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga." Sejago apapun manusia tetap ada kurangnya. Kemampuan orang ada batasnya. Ga ada orang yang sempurna. Kata orang bule-barat (bukan bule-albino hihi), "nobody is perfect." Kalo kata orang Sunda, "teu aya jalmi nu sampurna." Kata orang Batak saya ga tau? Hehe. Seorang Mariah Carey dijuluki "the real diva" yang dikenal dengan suara emasnya, diakui seluruh dunia. Coba tanyakan pada si euceu  apakah dia bisa nyanyi dangdut? Hehe. Tau sendiri kan jawabannya! Ngomong-ngomong masalah kemampuan, ternyata sekalipun seseorang ahli di suatu bidang, dia tetep butuh orang lain untuk melihatnya. Wajar sih, dikarenakan tabiat manusia yang suka salah dan lupa. Maksudnya kita butuh dilihat apa sih yang menjadi kekurangan kita. Yang menarik adalah bahwa siapapun kita,  memiliki kondisi "Blind Spot," artinya titik buta. Dimana kita "tidak dapat melihatnya sendiri" sehingga ...

Sociopreneur Tak Hanya Membuat Anda Menjadi Pengusaha, Namun Juga Mengembangkan 3 Hal Hebat Ini

Bernas.id – Sociopreneur adalah orang yang melibatkan masyarakat sekitar dalam pengembangan usahanya. Kegiatan berwirausaha jenis ini membuat orang yang mengembangkannya, terlibat dalam pembangunan ekonomi Indonesia secara penuh. Tidak hanya sebagai pengusaha yang mengambil keuntungan dari usaha yang dilakukan, namun juga memperluas kemampuan berwirausaha orang-orang dilingkungan sekitarnya. Tak hanya itu, tiga hal ini akan membuat Anda jauh lebih berkembang. Berbagi Mengembangkan usaha yang melibatkan masyarakat sama dengan berbagi penghasilan yang Tuhan titipkan kepada Anda. Ada juga dapat berbagi ilmu ketika bertindak sebagai pelatih pengembangan bisnis orang-orang yang Anda ajak bekerjasama. Tenaga yang Anda libatkan dalam pengembangan usaha tidak melulu harus tenaga yang masih sangat produktif. Banyak rumah jahit yang mempekerjakan ibu rumah tangga untuk memasang payet  dalam bentuk proyek kecil-kecil, sehingga ibu rumah tangga bisa memiliki penghasilan, dan tetap masih dap...

Jangan Lakukan Ini Jika Anda Ingin Banyak Teman!

Bernas.id - Pergaulan mengajarkan Anda cara berinteraksi dengan orang lain di sekitar, sesuai dengan karakter mereka masing-masing. Dan demikian pula sebaliknya. Banyak hambatan dalam pergaulan disebabkan perilaku kebiasaan yang kita lakukan tanpa sadar. Dari kebiasaan-kebiasaan sehari-hari, Anda perlu berhati-hati terhadap lima perilaku berikut, yang bisa menjauhkan orang lain dari Anda. Yuk, kita simak ulasan singkatnya! Cepu Cepu atau suka mengadu. Perilaku ini tidak disukai oleh kebanyakan orang. Jika setiap Anda memiliki masalah dalam pekerjaan, terutama yang berkaitan dengan komunikasi dan interaksi dengan teman satu tim cobalah selesaikan. Duduk bersama dan bicarakan masalah tersebut dengan kepala dingin. Jika ada masalah dalam pekerjaan dan Anda mengadukannya kepada atasan, teman akan melabeli Anda sebagai ‘si tukang ngadu’. Akibatnya, komunikasi dalam tim tidak akan baik. Tim dengan komunikasi yang tidak baik akan membuat produktivitas menurun.  Galak Cobalah ...

Datangi 3 Tempat Ini Untuk Membantu Remaja Menentukan Tempat Kuliah

Bernas.id  – Setiap orang berharap dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi sesuai dengan minatnya. Sayangnya ketidaktahuan mengenai jurusan dan prospek karir, sering membuat remaja salah memilih jurusan. Lalu, bagaimana sebagai orang tua bisa membantu remaja memilih jurusan untuk melanjutkan pendidikan? Zaman yang semakin berkembang dan sistem yang terus berubah, membuat orang tua kurang mengerti sistem yang berjalan saat ini. Pola seleksi penerimaan mahasiswa baru yang terus diperbarui sangat berbeda dengan zaman orang tua saat menjadi mahasiswa dulu. Pengenalan akan minat secara terinci juga tugas yang berat bagi orang tua dan remaja. Seorang anak yang berminat dalam dunia otomotif, belum tentu bisa mengikuti proses perkuliahan di teknik otomotif. Sehingga, pengenalan minat dan penentuan pemilihan jurusan di pendidikan tinggi, perlu memerhatikan minat, kepribadian, kemampuan dan dana yang tersedia. Jika Anda sudah mencoba membantu siswa dalam mengenali minatnya, namun Anda ...

Guru Hanya Perlu Melakukan Satu Hal untuk Membentuk Karakter Siswa

Bernas.id - Mendidik dan membimbing remaja menuju kedewasaan perilaku dan pola pikir membutuhkan upaya yang besar dari seorang guru. Idealnya, seorang guru menjadi teladan bagi siswanya dalam banyak hal. Alasannya, guru adalah pengganti orang tua di sekolah. Membentuk pola pikir dan perilaku tidak dapat diajarkan dengan memberikan materi di dalam kelas. Pembentukan perilaku dan pola pikir sama dengan membentuk karakter siswa. Karakter yang mengakar tidak dibentuk dalam hitungan hari. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membentuk karakter yang diinginkan. Hanya ada satu hal yang dapat dilakukan seorang guru agar siswa memiliki perilaku dan pola pikir yang dewasa, yaitu keteladanan. Seperti semboyan dalam slogan dalam dunia pendidikan, “ing ngarso sung tulodo, in madyo madyo mangun karso, tutwuri handayani.” Yang memiliki arti, “yang di depan memberi teladan, yang di tengah membangun niat dan kemauan, yang di belakang memberikan dorongan.” Artinya seorang guru wajib menjadi teladan bagi...

3 Sikap Pribadi Ini Wajib Dimiliki Oleh Seorang Guru Sejati

Bernas.id – Guru adalah sosok sentral dalam kelas. Malayani siswa yang menjadi stakeholder pendidikan, menjadikan profesi ini menuntut profesional di dalamnya, agar dapat mendedikasikan hidupnya bagi pendidikan generasi bangsa. Menjadi guru bertugas membangun peradaban, tidak hanya dengan kemampuan akademiknya, namun juga sikap pribadi dan keterampilan sosial. Secara pribadi, setiap guru harus memiliki tiga sikap utama yang akan membuatnya disukai oleh para siswa. Mari kita simak ulasan singkat berikut! Ramah Seorang guru sama dengan seorang dokter. Kalimat yang diucapkan oleh guru dapat menjadi penawar duka atau justru menambah luka bagi siswanya. Keramahan seorang guru mampu mengubah suasana hati siswa. Siswa yang awalnya merasa sedih atau marah, jika diperlakukan dengan ramah, akan merasa sangat dihargai sehingga suasana hatinya membaik. Perhatian Berikan perhatian khusus bagi setiap siswa. Hal ini sangat penting karena pada dasarnya setiap individu adalah unik. Setiap siswa...

From Me to You

… F. 012016 Mengenalmu adalah suatu ketidaksengajaan. Terlibat dalam pekerjaan yang mengaharuskan kita berjumpa dan berbincang adalah sesuatu yang tak pernah kita rencanakan. Bagiku kau seperti cerminan masa lalu diriku yang kutemukan kembali. Tapi ah, sudahlah… Kita bekerja bukan? Dan karena itu kita bersama ada disini. ------ F. 032016 Mendengarmu berkisah, rasanya aku seperti bicara pada bayangan yang memantul dari sebuah cermin lama yang beranjak usang.  Dimana aku dapat melihat separuh diriku ada padamu Berusaha memahami pikiranmu, serasa memasuki jalan aksara yang siap berlompatan dari benakku. Banyak sudut pandang yang sama saat menilai sesuatu. Menerka hatimu seperti memahami rasaku.  Menilaimu sama seperti menyelam jauh kedalam hatiku sendiri. Membaca gerak laku mu pun harus ku padankan dengan apa yang ingin aku lakukan.  Karena setiap aku ingin sesuatu, tak lama kau melakukan itu... Menantimu bertindak, sama seperti membuka kosa kata dalam pemikir...

Senyap Layaknya Malam

Ternyata..  Dua tahun itu bukan waktu singkat untuk saya belajar banyak tentang hal baru bersama kamu. Tahun pertama kita belajar menyesuaikan diri satu sama lain dengan pekerjaan baru. Tahun kedua saya benar2 belajar mulai project itu dari awal. Kamu tahu? Saya belajar semua dari kamu. Sedikit demi sedikit, tahap demi tahap. Masalah demi masalah yang datang membuat saya belajar lebih banyak. Tak hanya secara profesional saya belajar banyak. Tetapi secara pribadi saya banyak belajar. Cara kamu menghadapi masalah, cara kamu menghadapi orang lain, cara kamu menyelesaikan masalah, semua... Tahun ini saya harus belajar sendiri. Saya kehilangan. Sangat kehilangan. Saya sempat berpikir bahwa saya salah terka perasaan. Sampai bu Novi menceritakan semuanya. Perlu kamu tahu, saya bingung harus jawab apa hari itu.. Kamu sudah ngga ada... Mungkin kalo kamu ada, saya langsung lari dan peluk kamu. Saya mau bilang.. Apa susahnya ngomong sama saya... We used to talk bout anything... Setah...