Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Renovasi

Beberapa pekan belakangan ini setiap weekend ada kesibukan yang sedikit berbeda. Rumah saya sedang renovasi. Awalnya sih hanya memperbaiki yang bocor saja tapi seperti kata orang, "kalo benerin rumah mah biasanya dua kali lipat." Setelah memeperbaiki bagian yang bocor merembet lah pekerjaan dengan cat ulang rumah. Ternyata setelah beberapa ruangan di cat, barulah diketahui bahwa ternyata kamar ibu saya retakannya parah. Buruknya lagi, saat rumah awal dibangunh dulu, tidak dibuatkan pondasi yang kuat. Hasil obrolan dengan teman-teman yang membantu saya merenovasi rumah, harus membuat pondasi baru dengan cakar ayam dan... hari ini lah mulai dikerjakan. Allah memang Maha baik. Bagaimana tidak? Saat teman-teman tukang sedang membuat adukan, turunlah hujan deras😑.  Saya pikir lumayan nih, ngga harus nyelang air dr dlam rumah. Cukup pakai air hujan😄. Semua yang mengerjakan rumah memang orang-orang hebat. Hujan deras mereka terus melanjutkan pekerjaan sampa...

Sedihnya Sitta..

Ketika terjadi permasalahan antara kedua orang tua dalam sebuah keluarga, anak adalah pihak yang pada akhirnya merasa terabaikan. Keseharian saya sebagai guru Bimbingan dan Konseling di sekolah memberikan saya kesempatan untuk belajar banyak hal mengenai sikap, kepribadian, perilaku dan prinsip hidup banyak orang. Terlibat setiap hari dengan para siswa adalah kesempatan bagi saya untuk mendalami kehidupan mereka. Seringkali mereka bercerita mengenai permasalahan dalam keluarga, antara ayah dan ibunya, antara dirinya dengan saudara kandungnya, antara keluarga dengan tetangganya.. dan banyak lagi. Sitta (bukan nama sebenarnya) bercerita bahwa selama ini ibunya cenderung mengabaikan dirinya. ibu adalah sosok yang sangat "cuek". Dalam hal mengurus keperluannya dan menjadi tempatnya berkeluh kesah. Ia merasa kurangnya perhatian ibu membuat dirinya tidak dapat berkembang secara maksimal. Ia pun merasa bahwa ibunya bukanlah seorang yang cerdas, sehingga tidak dapat mengajarkan...

Kamu Terluka?

"Coba deskripsikan keluargamu dalam satu kata," itu permintaan saya kepadanya dalam suatu pertemuan (sebut saja namanya Roni). "Hancur, bu" itu yang keluar dari mulutnya sambil menangis.... Kedua orang tua Roni berpisah saat Ia duduk di bangku kelas 3 SD. Sejak itu ibunya bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saat Roni menginjak kelas 8 SMP sang ibu menikah untuk yang kedua kalinya, namun pernikahan kembali kandas. Roni merasa setiap anggota keluarganya  berjalan sendiri-sendiri, tanpa peduli apa masalah yang terjadi. Ia merasa hanya dirinya yang selalu menjadi tempat ibunya berkeluh kesah mengenai semua permasalahan yang ada dalam rumah tangganya. Tak henti Ia menangis sambil bercerita dengan mata yang terlihat kosong seperti membayangkan semua kilasan permasalahan kedua orang tuanya. "Aku ngga dibolehin cerita soal keluarga sama siapa pun supaya aku ngga direndahin sama orang lain," begitu ungkapnya sambil terus menyeka air m...

Kenapa remaja bersikap tidak sopan

Kemarin, beberapa siswa mengerumuni saya sesaat setelah saya memasuki kantin sekolah. Mereka menunjukkan tulisan di path yang dituliskan oleh adik kelas mereka. Isinya ... "Mau jadi pengganti indah". Awalnya saya hanya menanggapinya dengan tersenyum, namum mereka sedikit geram karena menurut mereka tulisan itu sangat tidak sopan. "Ibu tuh harus marah, masa nulis nama guru ga pake bu atau apa lah gitu" Disaat yang hampir bersamaan rekan saya menceritakan bahwa Ia juga pernah diledek oleh seorang siswa dan sampai dengan saat Ia bercerita siswa yang meledeknya todak pernah minta maaf. Perihal sopan santun dan etika rasanya banyak mengalami pergeseran belakangan ini- -at least that what I feel with my students -- sebagai contoh, siswa memanggil guru hanya nama, ada pula yang menggunakan kata-kata saat berbicara kepada guru layaknya seperti bicara kepada teman, ada pula yang terang-terangan meledek guru. Jika ditanya apa alasan mereka melakukan hal tersebut ...

After a long time.....

Nah.... Akhirnya menulis lagi setelah sekian lama. Selama ini juga saya menulis sebetulnya. tapi karena jarang tuntas, maka hanya masuk dalam draft dan ngga pernah saya publish.. hehehehehe Oke.. sekarang apa nih yang akan saya tulis? Belakangan ini kesibukan saya lumayan banyak. Sebagai guru BK seperti biasa saya menangani permasalahan siswa, ditambah pekerjaan yang lain yaitu mengajar--dalam BK disebut memberikan layanan informasi (one of the eight services I should do in my daily). Salah satu yang paling lama menyita pekerjaan saya adalah melakukan pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa). Sebetulnya melakukan pengisian PDSS adalah hal biasa dari tahun ke tahun. yang menjadikan tahun ini sedikit istimewa adalah cara input nilai dengan dua versi kurikulum. Sekolah dengan kurikulum 2013 merasa sedikit kesulitan karena harus mengkonversi nilai kedalam format penilaian kurikulum 2006 (disini saya lega karena kurikulum sekolah kami masih 2006). Lalu yang membuat saya ters...