Kemarin, hari Sabtu 22 Januari 2011 dateng lagi ke acara LKBB (Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris) di Balaikota Bogor...
Undangannya sih bilang begini "Untuk seua alumni PKMM (PAsukan Khusus Mitra Muda) SMA N 4 Bogor diharapkan kehadirannya untuk memberikan support bagi asik2 kelas yang akan bertanding. tapi sampe sana yang dilakukan adalah.. ngobrol ngalor-ngidul, becanda, foto2, dan ngomentarin penampilan ade kelas. Acara berakhir jam 19.00 WIB ditutup oleh pengumuman dan hasilnya adalah...SMA 4 dapet penghargaan KOmanda Terbaik, that's all!
Mulailah cerita seru,
Ada yang nangis, ada yang langsung pingsan sampe harus dibopong, ada yang cuma diem, ada yang senyum getir, ada yang bilang "huh! udah gw duga", ada yang cuma mesem2 trus pergi...
Banyak banget ya cara orang menyikapi kekalahan..
Pastinya ade2 kelas saya tu sedih banget, udah latiahan sampe item, dispensasi dari kelas, pulang sore atau bahkan malem, minta tambahan uang jajan dan sebagainya hal pengiring perjuangan mereka bawa nama sekolah di ajang yang lumayan bergengsi untuk ukuran Kota Bogor.
But that's life..
Dalam setiap pertandingan ada menang ada kalah, itu kan bagian dari cerita hidup ada bahagia ada sedih....
Tinggal Bagaimana kita menghadapi itu semua.
Mungkin jika saya ada di posisi mereka pun saya akan seperti itu. Karena cara menyikapi masalah kan juga seringkali dipengaruhi oleh:
Satu hal yang saya suka dari obrolan dan motivasi ringan yang diberikan oleh adik kelas yang sakarang menjadi guru di sekolah saya tersebut adalah.."buat apa kalian menangis, tahun kemarin kalian bisa menyikapi dengan baik perasaan sebagai pemenang. Sekarang kita cuma dapat 1 piala dan kalian nangis seolah ga ada hari esok. Apa kalian sudah berpikir tentang teman-teman kalian dari sekolah lain yang sama sekali ga dapat piala dari kategori apa pun??
Apa pernah kalian pikir bagaimana perasaan mereka.
Betul ya, seringakali ketika kita menghadapi masalah kita akan merasa bahwa kita adalah yang paling malang dan harus diberikan rasa empati yang sebesar-besarnya. Padahal sudah jelas sekali dalam Al Quran dikatakan bahwa "Allah tidak akan memberikan ujian kepada makhluknya melebihi batas kemampuan makhluk itu sendiri"
Jadi kalau menurut saya, mungkin lebih baik kita belajar untuk "biasa aja" menghadapi segala hal yang telah tertuliskan dalam hidup kita.
Kalo memang lagi sedih dan kiranya harus menagis, ya biasa aja nangisnya..
Kalo seneng dan ingin tertawa, yang cukup tertawa atau tersenyum yang juga biasa aja..
Kalo mungkin kita merasa hampa atau bingung perasaan ini apa namnya, ya..juga biasa aja....
Undangannya sih bilang begini "Untuk seua alumni PKMM (PAsukan Khusus Mitra Muda) SMA N 4 Bogor diharapkan kehadirannya untuk memberikan support bagi asik2 kelas yang akan bertanding. tapi sampe sana yang dilakukan adalah.. ngobrol ngalor-ngidul, becanda, foto2, dan ngomentarin penampilan ade kelas. Acara berakhir jam 19.00 WIB ditutup oleh pengumuman dan hasilnya adalah...SMA 4 dapet penghargaan KOmanda Terbaik, that's all!
Mulailah cerita seru,
Ada yang nangis, ada yang langsung pingsan sampe harus dibopong, ada yang cuma diem, ada yang senyum getir, ada yang bilang "huh! udah gw duga", ada yang cuma mesem2 trus pergi...
Banyak banget ya cara orang menyikapi kekalahan..
Pastinya ade2 kelas saya tu sedih banget, udah latiahan sampe item, dispensasi dari kelas, pulang sore atau bahkan malem, minta tambahan uang jajan dan sebagainya hal pengiring perjuangan mereka bawa nama sekolah di ajang yang lumayan bergengsi untuk ukuran Kota Bogor.
But that's life..
Dalam setiap pertandingan ada menang ada kalah, itu kan bagian dari cerita hidup ada bahagia ada sedih....
Tinggal Bagaimana kita menghadapi itu semua.
Mungkin jika saya ada di posisi mereka pun saya akan seperti itu. Karena cara menyikapi masalah kan juga seringkali dipengaruhi oleh:
- Seberapa besar arti kejadian itu untuk kita.
- Bagaimana kondisi hati kita saat itu.
- Berapa usia kita.
- Bagaimana kestabilan emosi kita.
- Bagaimana orang di sekeliling kita bersikap untuk masalah yang sama
- dan masih banyak lagi.
Satu hal yang saya suka dari obrolan dan motivasi ringan yang diberikan oleh adik kelas yang sakarang menjadi guru di sekolah saya tersebut adalah.."buat apa kalian menangis, tahun kemarin kalian bisa menyikapi dengan baik perasaan sebagai pemenang. Sekarang kita cuma dapat 1 piala dan kalian nangis seolah ga ada hari esok. Apa kalian sudah berpikir tentang teman-teman kalian dari sekolah lain yang sama sekali ga dapat piala dari kategori apa pun??
Apa pernah kalian pikir bagaimana perasaan mereka.
Betul ya, seringakali ketika kita menghadapi masalah kita akan merasa bahwa kita adalah yang paling malang dan harus diberikan rasa empati yang sebesar-besarnya. Padahal sudah jelas sekali dalam Al Quran dikatakan bahwa "Allah tidak akan memberikan ujian kepada makhluknya melebihi batas kemampuan makhluk itu sendiri"
Jadi kalau menurut saya, mungkin lebih baik kita belajar untuk "biasa aja" menghadapi segala hal yang telah tertuliskan dalam hidup kita.
Kalo memang lagi sedih dan kiranya harus menagis, ya biasa aja nangisnya..
Kalo seneng dan ingin tertawa, yang cukup tertawa atau tersenyum yang juga biasa aja..
Kalo mungkin kita merasa hampa atau bingung perasaan ini apa namnya, ya..juga biasa aja....
Komentar