Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Mulutmu, harimaumu

#flashback Kira-kira 6 bulan yang lalu saya dikejutkan oleh pesan yang masuk dalam grup whatsapp teman-teman di kantor. Seorang teman mengirim tulisan ke dalam chat room  yang berbunyi: "Klo ga tau, jgn sok tau dech loe. Jgn suka ngomongin orang (ghibah). Dosa tau. Klo gue ada salah. Ngomong aja langsung. Gue bkn siapa2. Pengecut loe." Yang membuat saya terkejut karena teman yang menulis kalimat seperti itu bukan seorang pengumpat atau pemarah. Juga bukan orang yang meledak-ledak. Saya bisa memahami kemarahannya, namun saya tidak memahami pemicu kemarahannya. Tidak lama setelah itu, teman lain menjelaskan dalam chat room pribadi kejadian yang kemungkinan memicu kemarahan tersebut. Di kantor saya memang ada seorang teman yang "mulutnya usil"  jika boleh menyontek istilah yang digunakan oleh teman-teman saya di kantor. Perasaan selalu benar, merasa senior, dekat dengan pimpinan, punya gank yang selalu mendukung, dan merasa tidak pernah salah (ini hanya penegasa...

When Friendship Hurts

Punya banyak teman pastinya menyenangkan. Apalagi jika sebagian besar dari mereka dapat memahami kita. Biasanya kita akan menyebut mereka sahabat. Idealnya hubungan pertemanan dan persahabatan adalah hubungan yang membawa efek positif. Pertemanan dan persahabatan diharapkan menjadi suatu hubungan yang saling menguatkan. Namun apa jadinya jika pertemanan atau persahabatan justru jadi suatu hubungan yang saling menyakiti atau bahkan menjatuhkan. Perubahan suasana hati atau mood, kedekatan dengan salah satu dari sekian banyak sahabat yang ada, perbedaan sudut pandang, rasa superior, ambisi pribadi dan masih banyak lagi hal negatif dapat menjadi penyebab keretakan hubungan pertemanan tersebut. Ada tipe teman yang akan mengingatkan saat kita melakukan salah satu dari hal negatif tadi. Tetapi ada juga teman yang akan langsung menarik dirinya dari hubungan pertemnan dengan kita saat Ia merasa haknya dilanggar. Ada pula yang mampu berkali-kali menerima dan memahami banyak kesalahan kita dan...

Aturan Cinta

Kalo bicara soal cinta pastinya selalu menyenangkan, walopun penjelasannya selalu juga rumit.. Dua orang yang menjalani satu komitmen "pacaran" biasanya punya aturan yang tidak tertulis dalam menjalankan hubungannya. Aturan itu bisa saja tidak dapat diterima oleh orang lain. "Aku ngga boleh deket sama cowo lain, bahkan ngobrol sama temen sekelasku yang cowo aja aku ngga boleh, bu" "Terus, kamu nyaman sama pola hubungan kaya gitu?" Tanya ku menyelidik. "Yaaaa... ngga sih, tapi aku ngga papa dia kaya gitu. Aku emang selalu kaya gini kalo pacaran" Sebagian besar orang mungkin akan berpendapat aturan itu berlebihan, ngga wajar, ngga manusiawi dan sebagainya. Tapi kita ngga bisa kan melihat satu masalah cuma dari sudut pandang kita saja. Pernah ngga kita bertanya pada mereka yang menjalani hal itu? Kalo ternyata mereka merasa nyaman aja dengan pola hubungan seperti itu, kita kan ngga bisa berbuat banyak. Karena aturan-aturan dalam satu hubungan b...